BUMI Delisting Herald Awal 2010

BUMI Delisting Herald Awal 2010

- detikFinance
Senin, 07 Des 2009 18:11 WIB
BUMI Delisting Herald Awal 2010
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui Calipso Investment Pte Ltd akan menghapuskan pencatatan (delisting ) saham Herald Resources Ltd dari Australian Securities Exchange (ASX) pada awal 2010.

"Kami akan delisting Herald dari bursa Australia," ujar SVP Investor Relation BUMI, Dileep Srivastava dalam bincang-bincang dengan detikFinance di Wisma Bakrie 2, Jakarta, Senin (7/12/2009).

BUMI melalui Calipso saat memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009
pada harga AUD 0,93 per saham.

Berdasarkan peraturan Australian Stock Exchange (ASX) yang tertera dalam Corporations Act 2001, suatu perusahaan yang menguasai sedikitnya 91% saham emiten di ASX, wajib membeli saham yang belum dimiliki jika di antara pemegang saham ada yang hendak menjualnya.

Oleh karena Calipso memiliki 98,39% saham Herald, maka Calipso wajib melakukan pembelian jika sisa pemegang saham Herald memutuskan melepaskan kepemilikan
sahamnya kepada Calipso.

BUMI pun kini tengah membuka penawaran terhadap sisa 1,61% saham Herald di harga AUD 0,93 per saham. Saham Herald pun dihentikan sementara (suspensi).

Herald, perusahaan tambang asal Australia berkode HER di ASX ini menguasai 80% saham di proyek Dairi. Sisanya sebesar 20% dimiliki oleh PT Aneka Tambang Tbk
(ANTM).

Dileep mengatakan, proyek Dairi memiliki tambang dengan kandungan seng (zinc ) dan timbal (lead ) terbesar di dunia yang berlokasi di Sumatera Utara. Namun hingga saat ini, proyek Dairi belum dapat dioperasikan lantaran belum mendapat izin dari Departemen Kehutanan.

"Izinnya akan segera keluar, mungkin sekitar triwulan I-2010. Segera setelah itu eksplorasi bisa dimulai," ujar Dileep.

BUMI telah menyiapkan dana sebesar US$ 211 juta untuk pengembangan proyek Dairi milik Herald dan ANTM.

"Eksplorasi dan pengembangan membutuhkan waktu 20 bulan. Jadwal kami operasi pada 2011. Dengan investasi sebesar US$ 211 juta, kami memproyeksikan peningkatan EBITDA sebesar US$ 150 juta per tahun dari proyek Dairi," ujarnya.

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads