Menurut Direktur Utama PPA Boyke Mukijat, dengan banyaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengantri untuk diasuh dan disembuhkan tahun depan, modal yang sebelumnya diberikan pemerintah sebanyak Rp 1,5 triliun dirasa belum cukup.
"Ya kurang. Rencananya kalau dari pemerintah enggak boleh obligasi kita pertimbangkan," katanya usai penandatangan kucuran kredit kepada PT Pal Indonesia di Kantor Kementerian Negara BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antara lain PT Semen Kupang, PT Kertas Kraft Aceh (KKA), PT Waskita Karya, PT Industri Gelas (Iglas), PT Djakarta Lloyd, PT Hotel Indonesia Natour, PT Industri Kapal Indonesia dan sebagainya.
Sebelumnya, pemerintah sudah menyuntikan dana sebesar Rp 1,5 triliun kepada PPA akhir tahun lalu. PPA sudah menyuntik dana sebesar Rp 260 miliar untuk PT Merpati Nusantara Airlines.
Berikutnya, PPA akan fokus menyehatkan Waskita Karya dengan menyuntikan dana sebanyak Rp 475 miliar dan KKA sekira Rp 125 miliar.
(ang/dro)











































