Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.30 WIB hari ini saham BBTN langsung menguat Rp 20 menjadi Rp 820 per saham.
Jumlah saham publik BBTN yang akan dicatatkan sebanyak 2.360.057.000 saham atau setara dengan 27,08% dari total saham perseroan sebanyak 8.263.285.575 saham. Saham milik pemerintah yang akan dicatatkan sebanyak 6.263.228.575 saham. Total jumlah seluruh saham yang akan dicatatkan di BEI sebesar 98,96%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebanyak 2,36 miliar saham tersebut dibanderol Rp 800 per saham atau total dana yang akan diperoleh mencapai Rp 1,888 triliun. Perolehan tersebut sekaligus menjadi emisi IPO terbesar tahun ini.
Dana dari hasil IPO in seluruhnya akan digunakan untuk memperkuat basis permodalan guna mendukung ekspansi portofolio kredit BTN di masa mendatang.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Mandiri Sekuritas dan CIMB Securities Indonesia.
Sebelas perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT),
- PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO),
- PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI),
- PT Inovisi Infracom Tbk (INVS),
- PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO),
- PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI),
- PT Katarina Utama Tbk (RINA),
- PT BW Plantations Tbk (BWPT),
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA),
- PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP),
- PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL).
(dro/qom)











































