Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat tajam berkat hadirnya saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Saham BTN sempat menjadi juara dalam daftar paling aktif.
Namun pelemahan saham BUMI yang terus menerus akhirnya menyeret IHSG. Pada sesi II, IHSG mengambil tahta paling aktif sehingga penurunannya memberikan pengaruh yang besar pada IHSG. Saham BUMI melemah Rp 100 menjadi Rp 2.250 dengan nilai transaksi Rp 505,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa-bursa regional pada Kamis ini bergerak cukup variatif. Investor tidak terlalu bersemangat menanggapi hasil pertemuan Bank Sentral AS yang memutuskan mempertahankan suku bunga rendah dan kebijakan stimulusnya.
- Indeks Nikkei-225 ditutup melemah tipis 13,61 poin (0,13%) ke level 10.163,80.
- Indeks Hang Seng melemah 264,11 poin (1,22%) ke level 21.347,63.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 76,13 poin (2,34%) ke level 3.179,08.
- Indeks KOSPI melemah 16,4 poin (0,99%) ke level 1.647,84.
- Indeks S&P/ASX 200 menguat tipis 8,4 poin (0,18%) ke level 4.670.
Perdagangan masih tidak terlalu ramai dengan frekuensi transaksi hanya 92.196 kali pada volume 4.268 juta lembar saham senilai Rp 3,929 triliun.
Saham BTN yang memulai debut perdananya tercatat naik Rp 40 (5%) ke level Rp 840 dengan nilai transaksi mencapai Rp 333,8 miliar atau teraktif kedua setelah BUMI.
Saham-sahal lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 500 menjadi Rp 35.000, Telkom (TLKM) naik Rp 250 menjadi Rp 10.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 150 menjadi Rp 15.850, Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) naik Rp 200 menjadi Rp 2.325.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di jajaran top loser antara lain PGN (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 3.775, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.550, Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) turun Rp 250 menjadi Rp 13.050, PTBA turun Rp 200 menjadi Rp 17.300.
(qom/qom)











































