Saham-saham pertambangan melemah setelah anjloknya harga logam di pasar Asia akibat menguatnya dolar AS. Namun emas mampu mencetak rebound. Harga emas tercatat diperdagangkan di kisaran US$ 1.107,50-1.108,50 per ounce.
Investor di Asia memilih mengikuti jejak Wall Street yang kemarin turun cukup tajam akibat menguatnya dolar AS dan batalnya penawaran saham Citigroup akibat penawaran yang rendah dari investor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor juga dibuat khawatir oleh penurunan peringkat kredit Yunani, yang dikhawatirkan menimbulkan masalah di pasar kredit global.
"Sentimennya masih rentan, sehingga indeks Nikkei dapat dengan mudah turun di bawah level 10.000," ujar Hiroyuki Fukunaga, chief executive Investrust seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/12/2009).
Pada perdagangan akhir pekan ini, pergerakan bursa Asia adalah:
- Indeks Nikkei-225 melemah 21,75 poin (0,21%) ke level 10.142,05.
- Indeks Hang Seng melemah 171,75 poin (0,80%) ke level 21.175,88.
- Indeks S&P/ASX melemah 19,8 poin (0,42%) ke level 4.650,5.
- Indeks Komposit Shanghai melemah 65,19 poin (2,05%) ke level 3.113,89.
- Indeks KOSPI turun 0,8 poin (0,05%) ke level 1.647,04.
- Indeks Straits Times melemah 10,68 poin (0,38%) ke level 2.802,59.
- Indeks Thailand melemah 0,13 poin (0,02%) ke level 715,68.
- Indeks Manila turun 31,16 poin (1,02%) ke level 3.016,99.
- Indeks Sensex Mumai turun 174,42 poin (1,03%) ke level 16.719,83.
Namun di pasar London Jumat ini, dolar AS akhirnya melemah akibat profit taking. Euro tercatat menguat ke 1,4397 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4338 dolar. Euro sempat merosot hingga 1,4305 dolar, terendah sejak 7 September.
Dolar AS stabil atas yen ke 89,89 yen, dibandingkan sebelumnya di 89,77 yen. Pialang mengatakan, dolar AS kini masih berada dalam tren penguatan atas euro meski kini sedang melemah akibat profit taking. Euro merosot seiring penurunan peringkat Yunani dan munculnya spekulasi Bank Sentral AS akan menaikkan suku bungannya lebih cepat.
"Penurunan euro atas dolar sejak September dipicu oleh faktor spesifik euro, terutama maslaah fiskal dan penurunan peringkat Yunani oleh Fitch dan Standard & Poor's," ujar Stuart Bennett, analis dari Calyon.
Β
(qom/qom)











































