Akuisisi Domba Mas, Bakrie Sumatera Rights Issue Rp 4,97 Triliun

Akuisisi Domba Mas, Bakrie Sumatera Rights Issue Rp 4,97 Triliun

- detikFinance
Senin, 21 Des 2009 18:21 WIB
Akuisisi Domba Mas, Bakrie Sumatera Rights Issue Rp 4,97 Triliun
Jakarta - PT Bakrie Sumatra Plantation Tbk (UNSP) akan melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) III sebanyak 9,47 miliar saham senilai Rp 4,97 triliun. Dananya akan digunakan untuk mengakuisisi PT Domba Mas Inti Agro Perkasa.

Menurut Direktur Utama UNSP Ambono Janurianto, penawaran saham terbatas ini merupakan wujud dariΒ  action plan perseroan guna memperkuat bisnis utama perseroan di bidang pengolahan kelapa sawit, karet serta oleochemical.

"Kami akan menjadi sebuah perseroan agrobisnis yang menyeluruh dengan mendifersifikasi bisnis ke industri hilir yaitu oleochemical," kata Ambono di Four Season Hotel, Jakarta, Senin (21/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Keuangan UNSP Hary Nadir menambahkan, akuisisi Domba Mas direncanakan dapat selesai pada triwulan I-2010 dan akan memberikan kenaikan pendapatan dua kali lipat pada 2011. Ia mengatakan, Oleochemical termasuk produk turunan palm kernel, dan Domba Mas memiliki produk oleo yang tinggi di Indonesia.

Ditambahkan Ambono, tahun depan produksi fety alchohol dari Domba Mas diprediksi hanya 28 - 30 ribu ton. Walaupun sebenarnya kapasitas produksi untuk produk turunan CPO mencapai 140 ribu ton per tahun.

"Tahun depan kan kita baru start up, hingga produksi alcohol hanya 28 - 30 ribu ton. Produksi tahun 2011 juga 90%-nya sudah offtake agreement dengan P&G," terangnya.

Seperti diketahui, target akuisisi ini merupakan fasilitas pengolahan oleochemical terbesar di Indonesia yang berada dalam satu area, yang memiliki standar kualitas tinggi karena menggunakan teknologi lurgi.

Diharapkan akan mampu menghasilkan sinergi dari integrasi vertikal dengan industri hulu yang telah dimiliki dan dikelola perseroan.

Selain itu, Domba Mas juga dapat memproduksi CPO dengan kapasitas terpasang sebanyak 1500 ton per hari, namun untuk kebutuhan produksi terpakai yang dianggarkan hanya sekitar 400 ribu ton per hari.

"Produksi CPO hanya 340-400 ribu ton per hari, sisanya akan kami jual demi efisiensi. Atau kami juga bisa membeli dari kebun terdekat," imbuhnya.

Namun sebelumnya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan digelar pada 18 Januari 2010.
(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads