Menurut Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar, proses konversi saham masih menunggu proses administrasi. MoU yang direncanakan Selasa, 29 Desember 2009 kemarin, seperti diungkapkan Direktur Special Asset Management Bank Mandiri Abdul Rachman, terpaksa ditunda.
Menurut Emir, hingga saat ini kesiapan berkas masih belum terselesaikan. "Masih menunggu kesiapan administrasi konversi," katanya melalui pesan singkat kepada wartawan, Selasa (29/12/2009) malam.
Namun saat ditanya, apakah penandatanganan bisa dilakukan Rabu hari ini, dirinya menyanggupinya secara eksplisit. "Besok kita lihat progresnya. Targetnya demikian," ujarnya.
Secara terpisah, Adbul mengatakan, pihak Bank Mandiri sendiri menyatakan telah siap sejak pekan lalu untuk melakukan konversi saham tersebut.
"Kalau ditanya siap, kita sudah dari minggu lalu. Sekarang tinggal dari Garuda saja," katanya ketika dihubungi detikFinance , Selasa (29/12/2009).
Berdasarkan program restrukturisasi Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) pada 2001 silam disepakati utang Garuda di Bank Mandiri sebanyak US$103 juta.
Ia menambahkan, dengan berubahnya utang tersebut koletibilitas utang Garuda kepada Mandiri bakal menjadi lancar dari semula macet.
"Nanti setelah konversi, sesuai peraturan BI (Bank Indonesia) tingkat kolektibilitasnya menjadi 3 dari semula 5. Nanti setelah 3 bulan mereka mulai mencicil akan menjadi lancar," ungkapnya.
(ang/qom)











































