Pada perdagangan di hari terakhir, Wall Street ditutup melemah dan dalam perdagangan yang sangat tipis. Investor melepas sebagian saham-saham yang sudah memiliki kinerja baik sepanjang 2009.
Pada perdagangan Kamis (31/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup melemah 120,46 poin (1,14%) ke level 10.428,05. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 11,32 poin (1%) ke level 1.115,10 dan Nasdaq melemah 22,13 poin (0,97%) ke level 2.269,15.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pekan terakhir perdagangan tahun 2009, indeks Dow Jones melemah 0,9%, S&P 500 juga melemah 0,4% dan Nasdaq melemah 0,7%.
Namun pada kuartal IV-2009 , indeks Dow Jones naik 7,5%, S&P 500 naik 5,5% dan Nasdaq naik 6,9%.
Dan untuk sepanjang 2009, indeks Dow Jones menguat 18,8%, S&P 500 menguat 23,5% dan Nasdaq menguat 43,9%. Ini adalah kenaikan indeks pertama sejak 2 tahun terakhir. Indeks S&P 500 pada tahun 2008 bahkan merosot hingga 38,5%.
"Ini benar-benar sebuah tahun pembalikan. Ini menunjukkan seberapa besar pemulihan sudah terjadi," ujar Charles Lieberman, chief investment officer Advisors Capital Management LLC seperti dikutip dari Reuters, Jumat (1/1/2010).
Perekonomian AS memang telah membaik, termasuk 70% dari perusahaan berhasil mengalahkan proyeksi para analis. Hal itu telah menyebabkan indeks S&P 500 menguat hingga 65% sejak penutupan terendah pada 9 Maret. Pelemahan dolar AS sepanjang 2009 juga telah memberikan dorongan ke pasar terutama terkait kinerja ekspor.
Dalam perhitungan indeks S&P, saham XL Capital tercatat memiliki kinerja terbaik dengan kenaikan hingga 395,4% sepanjang 2009. Citigroup sebaliknya menjadi saham dengan kinerja terburuk di S&P 500 setelah merosot 50,7% sepanjang 2009.
(qom/qom)











































