Buntut Likuidasi Bank, IHSG Anjlok 13,253 Poin
Senin, 12 Apr 2004 12:24 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin (12/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) anjlok 13,253 poin pada level 766,364. Penurunan indeks terutama dimotori turunnya saham-saham perbankan sebagai dampak likuidasi dua bank pekan lalu.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling aktif diperdagangkan turun 2,876 poin pada level 167,510, Jakarta Islamic Index (JII) turun 2,376 poin pada level 132,261, Indeks Papan Utama (MBX) turun 3,285 poin pada level 205,209 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 3,543 poin pada level 179,136.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 6.259 kali pada volume 1,160 juta lot saham senilai Rp 180,017 miliar. Sebanyak 16 saham naik, 76 saham turun dan 298 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) didominasi oleh saham-saham perbankan, antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 7.900, Astra Internasional (ASII) turun Rp 100 menjadi Rp 5.500, Indosat (ISAT) turun Rp 100 menjadi Rp 4.200, Bank BCA (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.650 dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 75 menjadi Rp 3.050.Kemudian, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.400, Bank Buana (BBIA) turun Rp 50 menjadi Rp 650, Bank Lippo (LPBN) turun Rp 25 menjadi Rp 600, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 5 menjadi Rp 135, Bank BRI (BBRI) turun Rp 25 menjadi Rp 1.675, Bank Panin (PNBN) turun Rp 10 menjadi Rp 355 serta Bank Permata (BNLI) turun Rp 10 menjadi Rp 45.Sedangkan saham-sahan yang mencatat kenaikan harga tertinggi (top gainer) di antaranya Hortus Danavest (HADE) naik Rp 55 menjadi Rp 265, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 25 menjadi Rp 825, Bank BNI (BBNI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.125, Davomas Abadi (DAVO) naik Rp 5 menjadi Rp 500 dan Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) naik Rp 5 menjadi Rp 465.Menurut Trevor Gasman, analis dari Samuel Sekuritas, penurunan indeks merupakan dampak penutupan dua bank yakni Bank Dagang Bali dan Bank Asiatic, oleh Bank Indonesia pada Kamis (8/4/2004) lalu.Meski bank itu tergolong kecil dan belum go public, namun likuidasi itu telah memberi dampak psikologis yang negatif buat pelaku pasar, dimana kepercayaan investor yang semua sudah pulih terhadap sektor perbankan kini kembali anjlok, termasuk minat asing yang semula sudah baik terhadap sektor perbankan diperkirakan akan kembali turun. Penurunan indeks sebagai akibat penutupan kedua bank tersebut diperkirakan akan berlangsung dalam dua hari ini.Mengenai penolakan hasil pemilu oleh 21 parpol, menurut Trevor, dampaknya tidak terlalu signifikan. Pasalnya, penolakan pemilu telah diantisipasi pelaku pasar pada Kamis pekan lalu, dimana isunya ketika itu sudah terdengar kencang.
(ani/)











































