Pegadaian Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

Pegadaian Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

- detikFinance
Selasa, 05 Jan 2010 12:38 WIB
Pegadaian Bakal Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun
Jakarta - Perum Pegadaian berencana menerbitkan surat utang sebesar Rp 2 triliun di tahun 2010. Dana hasil penerbitan surat utang tersebut akan digunakan untuk pembiayaan dalam mengejar target omzet tahun 2010 sebesar Rp 75,85 triliun.
 
"Kebutuhan dana untuk mengejar omzet tahun 2010 itu sekitar Rp 7 triliun. Sekitar Rp 2 triliun rencananya dari penerbitan obligasi," kata Direktur Keuangan Pegadaian Budiyanto di sela konferensi pers akhir tahun 2009 di Kantor Pusat Pegadaian, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Selasa (5/1/2009).
 
Menurutnya, rencana penerbitan obligasi itu baru akan dibahas sekitar bulan Maret 2010 karena masih menunggu hasil audit laporan keuangan 31 Desember 2009.
 
"Nanti kalau sudah audit baru kita bicarakan siapa underwriter-nya, bagaimana penerbitannya dan lain sebagainya," ungkapnya.
 
Selain menerbitkan obligasi, perusahaan plat merah itu juga berencana mencari pinjaman perbankan sebanyak Rp 4 triliun. Menurutnya, sudah ada empat bank yang menawarkan pinjaman tersebut.
 
"Yang sudah melamar ke kita itu Bank Mandiri, BRI, BNI dan BCA," jelasnya.
 
Sedangkan sisa kebutuhan dana Rp 1 triliun di tahun 2010 itu, ia menambahkan, akan dicari melalui pasar uang.
 
Mengenai investasi, tahun 2010 Pegadaian mengangarkan dana sebesar Rp 170 miliar yang akan diambil dari laba ditahan perusahaan dan dana sisa tahun lalu yang di-carry over.
 
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Pegadaian Chandra Gunawan mengatakan, terkait dengan RUU Pergadaian yang diusulkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Pegadaian menyambut baik hal tersebut.
 
Namun, ada satu kekhawatiran yang dirasakan oleh Pegadaian, yaitu masuknya perusahaan asing ke industri gadai dalam negeri.
 
"Kalau (asing) masuk dengan misi yang sama untuk membantu rakyat kecil, itu tidak masalah. Tapi kalau misinya profit duluan kan repot," tambahnya.

Meski demikian, pihaknya sendiri mengaku siap untuk bersaing dengan perusahaan lain jika RUU tersebut memperkenankan swasta masuk dalam industri gadai.
 
Menurut Chandra, pengalaman Perum Pegadaian yang sudah puluhan tahun tidak akan terpengaruh dengan perusahaan baru yang nanti akan masuk.
 
"Pengalaman kita lebih tinggi jadi enggak perlu dipikiran, tidak usah dirisaukan lah. Tapi jangan sampai gara-gara RUU itu jadi mudah bikin perusahaan gadai. Nanti setiap orang yang punya duit bisa bikin perusahaan gadai, tapi misinya tidak sampai," ungkapnya.
 


(ang/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads