Pembelian Bersih Asing Tembus Rp 2 Triliun

4 Hari Perdana 2010

Pembelian Bersih Asing Tembus Rp 2 Triliun

- detikFinance
Kamis, 07 Jan 2010 16:59 WIB
Pembelian Bersih Asing Tembus Rp 2 Triliun
Jakarta - Meskipun laju kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sudah berhenti sejak perdagangan kemarin, investor asing tampaknya masih terus melakukan pembelian saham di bursa Efek Indonesia (BEI). Selama 4 hari perdana 2010, pembelian bersih asing (foreign net buy) sudah mencapai Rp 2,018 triliun.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Kamis (7/1/2010), transaksi beli asing hari ini mencapai Rp 1,242 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 937,185 miliar. Dengan demikian, net buy asing hari ini sebesar Rp 305 miliar.

Pada perdagangan kemarin, Rabu (6/1/2010), transaksi beli asing sebesar Rp 1,690 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 993,187 miliar, sehingga net buy asing kemarin tercatat sebesar Rp 696,813 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (5/1/2010), transaksi beli asing mencapai Rp 1,459 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 834,589 miliar. Net buy asing sebesar Rp 624,411 miliar.

Pada perdagangan perdana, Senin (4/1/2010), transaksi beli asing sebesar Rp 683,07 miliar, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 292,4 miliar. Net buy asing sebesar Rp 390,6 miliar.

Total nilai transaksi asing selama 4 hari berturut-turut mencapai Rp 5,074 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 3,056 triliun. Net buy asing selama 4 hari berturut-turut mencapai Rp 2,018 triliun.

Seperti biasa, konsentrasi terbesar net buy asing terjadi pada saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Selama 3 hari berturut-turut, net buy asing pada saham BUMI telah mencapai Rp 1,422 triliun. Pada perdagangan hari ini, posisi net buy asing pada saham BUMI mencapai Rp 204,433 miliar, padahal total net buy asing di seluruh pasar hari ini hanya sebesar Rp 305 miliar.

Laju kenaikan IHSG memang sudah berakhir. Pada dua hari terakhir, IHSG mengalami koreksi, meskipun tidak besar. Namun melihat tren arus masuknya modal asing selama 4 hari berturut-turut, sepertinya tren kenaikan IHSG masih berpeluang lanjut, tentunya setelah koreksi sehat yang diperkirakan bakal terjadi selama beberapa hari ke depan.

IHSG hari ini ditutup melemah 16,402 poin (0,64%) ke level 2.586,895. Indeks LQ 45 juga melemah 3,762 poin (0,74%) ke level 509,446. Rentang pergerakan IHSG pada sesi I hari ini berada dalam kisaran 2.570,273 dan 2.611,603.

Volume transaksi mulai menurun tipis lantaran perburuan saham-saham Bakrie 7 yang biasanya mendominasi, kini mengendur. Nilai transaksi mengalami penurunan cukup besar karena menurun drastisnya aktivitas transaksi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi di bawah Rp 1 triliun. Aktivitas transaksi saham-saham unggulan lainnya yang mengendur juga membuat nilai transaksi menyusut.

Dari 10 indeks saham sektoral, hanya indeks saham sektor perkebunan yang mengalami kenaikan tertinggi sebesar 75,524 poin (4,08%) ke level 1.924,467. Indeks saham pertambangan yang pada sesi I berada di zona merah, di akhir perdagangan berbalik arah ke zona hijau, naik tipis 0,364 poin (0,01%) ke level 2.346,033.
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads