Operasional Tol Kanci Pejagan Bakal Dongkrak Saham ELTY

Operasional Tol Kanci Pejagan Bakal Dongkrak Saham ELTY

- detikFinance
Senin, 11 Jan 2010 09:56 WIB
Operasional Tol Kanci Pejagan Bakal Dongkrak Saham ELTY
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) segera mengoperasikan penuh ruas tol barunya Kanci-Pejagan pada akhir Januari 2010. Menurut sejumlah analis saham, beroperasinya ruas tol ini, dalam jangka pendek diperkirakan bakal mendongkrak harga saham ELTY.

Menurut Presiden Direktur & CEO PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S. Thaib, seiring beroperasinya jalan tol Kanci-Pejagan akan memberikan pendapatan tambahan bagi perseroan.

"Kami jadwalkan dalam waktu dekat ini jalan tol akan diresmikan oleh pemerintah. Pengoperasian ruas tol ini tentunya juga akan memberikan nilai tambah bagi saham Bakrieland sebagai instrumen investasi," jelas Hiramsyah dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (10/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jalan tol Kanci-Pejagan sepanjang 35 kilometer merupakan salah satu dari lima ruas tol yang akan dikembangkan anak usaha perseroan, yakni PT Bakrie Toll Road (BTR). Investasi pembangunan ruas tol ini mencapai Rp 2,2 triliun. Hiramsyah menambahkan, seiring beroperasinya ruas tol tersebut, perseroan juga berencana mengembangkan kawasan ekonomi lokal, termasuk di sejumlah ruas tol lain yang konsesinya dikelola perseroan.

Empat ruas tol lainnya yang digarap ELTY adalah ruas tol Pejagan-Pemalang, Ciawi-Sukabumi, Batang-Semarang, dan Pasuruan-Probolinggo.

Beroperasinya ruas tol Kanci Pejagan diperkirakan bakal menambah sentimen positif pada saham ELTY. Pada pekan pertama 2010, saham-saham grup Bakrie memang sedang naik daun dan memimpin laju kenaikan IHSG.

Harga saham ELTY sukses merangkak naik sebesar Rp 42 (21,76%) ke level Rp 235 per saham selama pekan pertama 2010. Pada penutupan perdagangan 30 Desember 2009, harga ELTY masih berada di level Rp 193.

Bahkan, pada pekan pertama 2010, saham ELTY termasuk dalam jajaran saham-saham dengan volume transaksi teratas di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejajar dengan volume transaksi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sebanyak 3,76 miliar saham, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) sebanyak 3,645 miliar saham, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 2,467 miliar saham, ELTY sebanyak 2,314 miliar saham dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 1,344 miliar saham.

Menurut kepala riset PT Relliance Securities Andrew Sihar Siahaan, melonjaknya harga saham ELTY didukung oleh faktor fundamental.Β  Sektor properti yang diprediksi tumbuh 10% di tahun 2010 ikut memberikan sentimen positif terhadap saham ELTY.

"Secara fundamental, ELTY terbilang cukup bagus, apalagi sektor properti pada 2010 bisa tumbuh sebesar 10% dibandingkan 2009. Secara teknikal, saham ELTY berpeluang mencapai level Rp 300 pada triwulan I 2010 ini," jelas Andrew.

Hal itu jua yang membuat analis PT BNI Securities Muhammad Al Fatih merekomendasikan untuk mengoleksi saham ini ketika menyentuh level Rp 200 per saham. "Untuk investor yang belum memegang saham, kami rekomendasikan beli di posisi Rp 200, terutama untuk kepentingan jangka panjang," katanya.

Agenda perseroan menggelar pembelian kembali saham (buy back) juga dinilai membuat investor terus mengkoleksi saham ELTY. Maklum, aksi buy back tentunya bakal mendorong harga saham naik, sehingga investor buru-buru mengambil posisi sebelum ketinggalan kereta. Dana yang disiapkan ELTY untuk buy back ini mencapai Rp 510 miliar.

Semua sentimen positif tersebut membuat analis CIMB Securities Indonesia Mulya Chandra, dalam risetnya memprediksi saham ELTY bakal mencapai harga premium, dan ditargetkan menuju Rp 430 per saham.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads