Stock Split BCA Ditetapkan 1:2
Kamis, 15 Apr 2004 15:25 WIB
Jakarta -
Rencana pemecahan nilai nominal saham (stock split) PT Bank Central Asia Tbk (BCA) akan ditetapkan sebanyak 1:2. Artinya, setiap kepemilikan satu saham akan berubah menjadi dua saham dalam pelaksanaan stock split nanti.Demikian diungkapkan Direktur Keuangan PT BCA Tbk, Jahja Setiaatmadja, ketika dihubungi wartawan, Kamis (15/4/2004). Persetujuan rencana stock split itu sendiri akan dilakukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan 6 Mei 2004.Menurut Jahja, alasan perseroan melakukan stock split, pertama, untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham di pasar. Kedua, untuk meningkatkan kepemilikan saham dimana dengan harga yang lebih murah makin banyak nasabah yang bisa membeli.Ketiga, stock split ditujukan agar harga saham BCA tidak terlalu jauh dengan saham-saham bank sejenis, dimana saat ini saham BCA dinilai dua kali lebih tinggi dibanding saham bank lainnya.Per 13 April 2004, jumlah saham BCA yang tercatat di bursa sebanyak 6.079.260.280 saham. Sementara dari laporan keuangan per 31 Desember 2003, tercatat untuk modal dasar memiliki nilai nominal Rp 250 per saham.Saat ini, Farindo Investment (Mauritius) adalah pemegang saham mayoritas BCA sebesar 51,43 persen, pemerintah 6,48 persen, publik 36,84 persen, Anthony Salim 1,82 persen, Soedono Salim 1,10 persen, Andree Halim 2,06 persen dan jajaran direksi 0,27 persen.
(ani/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
