Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 13 Jan 2010 09:27 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Index S&P 500 melemah untuk pertama kalinya di tahun 2010, dipicu melemahnya harga minyak  dunia dan adanya indikasi melambatnya pemulihan ekonomi global seiring pemerintah akan mencabut stimulus. Index S&P 500 (-0.9%) ke level 1,136.22, Indeks dow jones melemah 36.73 poin (-0.34%) ke level 10,627.26 sementara Nasdaq Composite merosot 30 poin ke level 2,282.31. Harga minyak juga turun 0.7% ke level 80.2%. Saham-saham yang melemah antara lain Chevron Corp. yang turun 0.6% dan Alcoa yang anjlok 11%.

Regional Pagi: Bursa saham Jepang pada awal sesi dibuka melemah yang mengikuti Bursa  Wall Street Rabu, yang disebabkan oleh kabar dari Bank Sentral China akan meningkatkan  persyaratan kebijakan giro wajib minimum dan mayoritas saham eksportir yang melemah akibat penguatan yen.

Bursa saham Australia bergerak ke level rendah pada awal sesi di hari Rabu, dengan terkena dampak dari pengetatan moneter di China dan juga rendahnya harga minyak dan emas. Nikkei 225 (-0.5%) 10,825.47. Kospi (-0.9%) 1,683 Australia's S&P/ASX 200 (-0.8%) 4,860 STI (-0.3%) 2,906

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak kembali melemah dalam 3 hari terakhir, setelah china manaikan giro wajib minimum perbankan untuk mengantisipasi Credit Boom. dan menghindari overheating ekonomi. Turunnya harga minyak juga dipicu oleh suplai yang naik 3,6 juta barel pada minggu lalu, berdasarkan laporan American Petroleum Institute.

Harga minyak untuk delivery bulan Februari turun 58 sen (-0.7%) ke level US$ 80.21/barel. Crude oil (-0.7%) $80.2/bbl, Gold (+0.2%) $1,131/oz, CPO (-0.4%) 2.563 RM/MT, Nickel (-1.1%) $17.700/MT,
Tin (unc) $17.900/MT.


Economic & Industrial News


Economic: APBN 2010 Dirombak

Pemerintah segera mengajukan usulan perubahan asumsi ekonomi makro dalam APBN Perubahan (APBNP) 2010 ke DPR. Ada tiga indikator makro yang direvisi, yaitu harga minyak naik menjadi  US$ 80/barel, nilai tukar Rp9.200-9.300 per dolar AS, dan suku bunga 6,8%. Menkeu menjelaskan,  perubahan itu dilakukan untuk menjaga postur APBN secara keseluruhan serta untuk mengantisipasi  gejolak harga minyak mentah dan komoditas di pasar internasional.

Economic: BUMN Bidik Laba Rp90,12 Triliun

Kementerian BUMN menargetkan total laba bersih dari 139 BUMN di 2010 bisa tumbuh 21,32 persen, dari  perkiraan laba bersih di 2009 sebesar 74,28 triliun rupiah menjadi 90,12 triliun rupiah.  Hal tersebut ditopang oleh upaya restrukturisasi, efisiensi, serta kenaikan produksi. Menteri BUMN Mustafa  Abubakar menyebutkan tiga sektor yang memberi kontribusi utama di 2010 adalah sektor energi, perbankan,  dan telekomunikasi.

Economic: Bapepam-LK Siap Sidak Manajer Investasi

Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) bulan ini akan mengeluarkan surat  edaran kepada manajer investasi (MI) yang akan melakukan perpanjangan izin.  Kepala Biro Pengelolaan Investasi Bapepam-LK Djoko Hendratto mengatakan, dalam surat edaran dijelaskan  bahwa Bapepam memberi waktu kepada MI untuk membenahi struktur organisasi dan infrastrukturnya dalam tempo setahun.

Corporate news

TRUB: Raih Kontrak US$14,5 Juta

PT Truba Alam Manunggal Tbk (TRUB) melalui anak usahanya, yaitu PT Truba Jaya
Engineering, meraih kontrak senilai US$14,55 juta atau setara dengan Rp145,5 miliar. Kontrak  tersebut meliputi pambangunan PLTU dari Sumitomo Corporation Joint Operation Erection Division.

ELSA: 78,25% Saham Diincar Saratoga

PT Saratoga Capital dan Northstar Pacific berkukuh membeli 37,15% saham PT Elnusa Tbk  (ELSA) milik PT Tri Daya Esta. Saratoga dan Northstar bahkan mengincar 41,1% saham Elnusa milik PTPertamina. Jika terealisasi, kedua perusahaan investasi itu kelak menguasai 78,25% saham Elnusa.

BUMI: CS &JP Morgan Tangani Bond BUMI

BUMI tengah mempersiapkan rencana penerbitan surat utang US$ 300 juta-US$ 400 juta.  Dalam rencana tersebut, BUMI menunjuk Credit Suisse (CS) dan JP Morgan Securities. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk mendukung pembiayaan PT Recapital Advisors dalam mengakuisisi 90% saham PT Berau Coal senilai US$ 1,52 miliar.

TRAM: Jajaki Obligasi Hingga US$ 150 Juta

TRAM menjajaki penerbitan obligasi hingga US$ 150 juta pada semester I-2010. Dana hasil penerbitan obligasi akan dipakai untuk memenuhi belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan sepanjang tahun ini.

UNSP: Dua Bank Eropa Siap Serap Right Issue UNSP

UNSP menyatakan telah ada 3 pembeli siaga terkait rencana right issue yang akan digelar anak usaha grup Bakrie ini. Ketiganya adalah Danatama Makmur Sekuritas, dan dua bank asal Eropa, ungkap Direktur Keuangan UNSP Harry M Nadir.

BBRI: Finalkan Pembelian Bank

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) telah memfinalkan proses uji tuntas satu bank untuk di akuisisi pada  tahun ini guna memperkuat lini bisnis usaha kecil. Bank pelat merah itu menyiapkan dana Rp2 T untuk  aksi korporasi itu. Dirut BRI mengatakan rencananya manajemen akan meminta persetujuan kepada  pemegang saham pada Mei melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk  menjalankan korporasi itu pada Mei 2010.

TLKM: Capex 2010 Rp13 Triliun

TLKM akan menginvestasikan belanja modal sebesar Rp13 riliun untuk memperluas coverage, peningkatan  kapasitas dan kualitas jaringan, serta penerapan layanan baru guna mencapai target jumlah pelanggan  sebesar 100 juta orang tahun ini.

DOID: Akan Lepas Anak Usaha

DOID tengah mengkaji pelepasan anak usaha properti pada tahun ini dan akan memfokuskan
pada bisnis pertambangan. Langkah tersebut dilakukan guna pengembangan dalam mewujudkan
rencana perseroan untuk menjadi saham blue chip di sektor pertambangan.

HMSP: Akan Tutup Anak Usaha di Malaysia

HMSP berencana untuk melakukan restrukturisasi usaha produksi rokok di Malaysia.
Restrukturisasi itu bertujuan untuk penghematan terkait komitmen pemerintah Malaysia melaksanakan
perjanjian Asean Free Trade Area per 1 Januari 2010.

Rumor

Saham PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) dikabarkan bakal dikerek oleh konsorsium broker, seiring adanya kabar pembentukan joint venture antara perseroan dan perusahaan  konstruksi asal Australia. Harga DGIK berpeluang menuju level Rp120 dalam jangka pendek. Pada Perdagangan kemarin, DGIK ditutup naik Rp4 (4,9%) ke level Rp93.

POLY tengah memfinalisasikan restrukturisasi utang senilai US$893 juta dengan konversi 51,2% saham perseroan. Sedangkan sisa utang sebesar US$107 juta akan dibayar oleh perseroan. Perseroan dikabarkan akan roadshow ke sejumlah negara guna menawarkan asetnya dan Texmaco. Rencana itu bakal menaikan harga POLY menuju level Rp200 dalam jangka pendek. Pada perdagangan kemarin, POLY ditutup menguat Rp13 (9,5%) ke posisi Rp149.

Corporate Action


Hari ini (13/1), Start trading period right issue Darma Henwa Tbk (DEWA), ratio 2(new) : 5(old) Rp 100/saham  End trading period (19Jan10)

Technical Picks


  • SMRA (620) – BUY
  • MIRA (330) – BUY
  • ADRO (1960) – SELL
  • BUMI (2875) – SELL.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads