Juni, Laporan Keuangan Semen Gresik Grup Selesai
Jumat, 16 Apr 2004 13:20 WIB
Jakarta - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menjanjikan laporan keuangan konsolidasi perseroan untuk tahun 2002 dan 2003 selesai pada akhir Juni 2004, menunggu kelarnya special audit tahap I Semen Padang yang diharapkan selesai sekitar April atau pertengahan Mei 2004."Jadwal penyelesaian laporan keuangan konsolidasi perseroan tahun 2002-2003diperkirakan akhir Juni," kata Direktur Utama Semen Gresik, Satriyo, dalam paparan publik yang berlangsung di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ), Jumat (16/4/2004).Dengan selesainya laporan keuangan konsolidasi tahun 2003 pada Juni mendatang, maka laporan keuangan 2003 mengalami keterlambatan 3 bulan dari ketentuan Bursa Eefk Jakarat (BEJ). Sementara laporan keuangan 2002 sendiri sebelumnya diharapkan selesai pada April 2004, namun ternyata molor. Menurut Satriyo, terlambatnya laporan keuangan tersebut disebabkan adanyabeberapa masalah yang dihadapi perseroan. Di antaranya keterlambatan penunjukan auditor (Kantor Akuntan Publik/KAP) untuk audit laporan keuangan konsolidasi 2003. Laporan keuangan konsolidasi itu merupakan gabungan dari laporan keuangan SMGR, Semen Tonasa dan Semen Padang.Keterlambatan penunjukan KAP ini bermula dari mundurnya KAP Hans Tuanakotta &Mustafa-Deloitte Touche Tohmatsu (HTM/DTT), karena ada hal-hal yang tidak bisa disepakati oleh kedua belah pihak. Perseroan kemudian mengadakan tender lagi dengan peserta Hanadi, Sarwoko & Sandjaja-Ernst & Young (HSS/E&Y), KAP Hadi Sutanto-Pricewaterhouse Coopers (HS/PWC) dan Klynveld Pead Marwick Goerdeler (KPMG). HSS/E&Y akhirnya menjadi pemenang tender, namun dinilai ada benturan kepentingan dengan auditee (Semen Padang), sehingga terjadi perubahan KAP.Akhirnya, Dewan Komisaris menunjuk penggantinya yaitu PwC yang disetujui pada 12 April lalu. Namun terjadi ketidaksepahaman di antara komisaris tentang tambahan ruang lingkup special audit di Semen Padang. Kemudian juga masalah waktu general audit, apakah dilakukan sebelum atau sesudah tuntasnya special audit.Satriyo mengatakan, penyelesaian general audit Semen Padang membutuhkan waktu sekitar 2 bulan setelah proses special audit tahap pertama yang diperkirakan selesai akhir April 2004. Jadwal penyelesaian general audit Semen Gresik dan Semen Tonasa pada akhir Mei 2004. Target 2004 Untuk tahun 2004, SMGR menargetkan pertumbuhan penjualan dan produksi sebesar 4-5 persen. Angka ini, menurut Satriyo, disesuaikan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia yang sebesar 4 persen. Pertumbuhan ini, kata dia, seiring dengan pertumbuhan kebutuhan semen nasional tahun 2004 yang sebesar 3-4 persen.Sementara capital expenditure (capex) tahun ini diprediksi sebesar 3-4 persen dari total omset SMGR. Namun Satriyo tidak bisa menjelaskan berapa omset perseroan.Saat ini, pangsa pasar SMGR grup sebesar 45 persen, namun untuk SMGR sendiri pangsa pasarnya sebesar 23 persen. Produksi semen untuk Semen Gresik tahun 2003 sebesar 2,4 juta ton, Semen Tonasa sebesar 1,9 juta ton dan Semen Padang 1,7 juta ton. Kinerja sementara dari Semen Gresik (Semen Gresik dan Semen Tonasa) tanpa Semen Padang untuk tahun 2003 mencatat penjualan Rp 3 triliun dengan laba bersih Rp 290 miliar. Menurut Direktur Keuangan SMGR, Cholil Hasan, angka tersebut mengalami pertumbuhan 5 persen dibandingkan tahun 2002 yang juga tanpa Semen Padang.Cholil juga menjelaskan, saat ini utang jatuh tempo sebesar Rp 117 miliar yang harus dibayar tahun ini. Sementara ada juga utang yang jatuh tempo hingga tahun 2006 sebesar Rp 425 miliar.Menurut dia, perseroan saat ini memiliki dana cash Rp 100 miliar yang bisa digunakan untuk program buy back utang. Namun jika banyak pihak yang ingin menjual maka harus disediakan dana buy back lebih besar lagi, salah satunya lewat penerbitan obligasi. Mengenai kemungkinan perseroan melakukan stock split (pemecahan nilai saham), dijelaskan Satriyo, memang idealnya saham SMGR saat ini dipecah karena harganya sudah mentok di level Rp 9.000. Namun rencana stock split sangat tergantung dari pemegang saham."Idealnya memang kita melakukan stock split, tapi itu tergantung pemegang saham, tapi untuk saat ini sepertinya tidak mungkin karena kitasedang banyak masalah," katanya.
(ani/)











































