IHSG Naik 3,585 Poin ke 776,572

Penutupan Akhir Pekan

IHSG Naik 3,585 Poin ke 776,572

- detikFinance
Jumat, 16 Apr 2004 16:22 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (16/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) naik 3,585 poin pada level 776,572. Kenaikan indeks terutama ditopang oleh naiknya saham Telkom serta Kawasan Industri Jababeka karena adanya rumor investor asing akan masuk ke perusahaan properti tersebut.Indeks LQ-45 yang memuat 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 0,273 poin pada level 168,920, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,027 poin pada level 133,426, Indeks Papan Utama (MBX) naik 1,979 poin pada level 209,025 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) turun 0,887 poin pada level 179,688.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 15.672 kali pada volume 4,177 juta lot saham senilai Rp 810,279 miliar. Sebanyak 55 saham naik, 48 saham turun dan 287 saham lainnya stagnan.Saham-saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi di jajaran top gainer di antaranya Telkom (TLKM) naik Rp 200 menjadi Rp 8.100, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 150 menjadi Rp 4.650, BFI Finance (BFIN) naik Rp 100 menjadi Rp 1.075, Bank BRI (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.825, Indosat (ISAT) naik Rp 50 menjadi Rp 4.125 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) naik Rp 15 menjadi Rp 85.Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar (top loser) di antaranya Astra Internasional (ASII) turun Rp 300 menjadi Rp 5.300, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 150 menjadi Rp 2.275, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 menjadi Rp 13.450, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 50 menjadi Rp 9.750 dan Bank BCA (BBCA) turun Rp 25 menjadi Rp 3.725.Sepanjang transaksi saham hari ini, indeks hanya bergerak di kisaran sempit antara 1-3 poin. Hal itu terjadi karena umumnya pada akhir pekan investor melakukan konsolidasi.Namun menguatnya saham Telkom mampu mengangkat indeks ke teritori positif. Selain Telkom, saham Kawasan Industri Jababeka juga paling banyak ditransaksikan karena rumor akan masuknya investor asing ke perusahaan properti tersebut. (ani/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads