Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Rabu, 20 Jan 2010 09:30 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pada perdagangan kemarin bursa US ditutup menguat setelah sehari sebelumnya tutup dalam rangka memperingati hari Martin Luther King Jr. dipicu oleh rallynya saham perusahaan farmasi akibat spekulasi partai republic akan menghalangi pertumbuhan industry tersebut, sementara treasuri turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari. Indeks S&P 500 (+1.3%) 1,150.23 yang merupakan level tertingginya dalam 15 bulan dan Dow Jones (+1.1%) 10,725.43.

Indeks saham farmasi pada S&P mengalami kenaikan 2% dengan didorong rallynya saham Merck & Co. dan Pfizer Inc. yang mengalami kenaikan lebih dari 2.6%. Ciena Corp. +11% dan memimpin penguatan saham teknologi setelah Credit Suisse Group AG merekomendasikan 'buy' atas saham perseroan dengan prospek pertumbuhan laba.

Regional Pagi: Bursa saham Jepang dibuka menguat pada hari Rabu ini, mengikuti penguatan pada Wall Street, dengan didukung oleh sektor teknolgi dari IBM Corp. Topix(+0.6%) 955.8. Elpida Memory Inc(+2.7%) Hitachi Ltd. (+2%). Nippon Oil Corp. (+2.1%).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bursa saham Australia juga dibuka menguat pada sesi awal perdagangan hari Rabu Macquarie Group Ltd(+1.6%), Australia & New Zealand Banking Group /(+0.3%). Virgin Blue Holdings Ltd. (+5%) 62.5 sen Australian S&P/ASX 200 (+0.3%) 4,875 Nikkei 225 (+0.8%) 10,848 Kospi (+0.8%) 1723.01 STI (+0.6%) 2931.64

Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $79/barel setelah S&P 500 mengalami kenaikan tertinggi dalm dua minggu dibantu oleh optimisme mengenai laba perusahaan teknologi. Crude oil untuk pengiriman Februari diperdagangkan pada $78.83/barel.

Sementara harga copper futures di NY menyentuh level tertingginya dalam sepekan akibat adanya spekulasi permintaanakan meningkat di Cina setelah adanya data pemerintah yang menunjukkan produk logam buatan Cina naik 27%. Copper untuk pengiriman Maret +2.4% menjadi $3.447/pound.Gold (+0.2%) $1.140/oz, CPO (-1.1%) 2.441 RM/MT, Nickel (+1.7%) $19.215/MT, Tin (-0.1%) $17.975/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Pasar Konstruksi 2010 Mencapai Rp180 T

Gabungan Pelaksana Konstruksi Seluruh Indonesia (Gapensi) memperkirakan, pasar konstruksi tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Nilai ini naik 5% ketimbang tahun lalu, yang sebesar Rp171,52.

Economic: Kenaikan Komoditas Tidak Akan Pengaruhi Inflasi

Kenaikan harga beberapa komoditas saat ini tidak akan mempengaruhi kenaikan laju inflasi, karena kenaikan harga saat ini tidak dibarengi oleh pelemahan nilai tukar rupiah. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan kondisi kenaikan harga komoditas saat ini berbeda dengan keadaan tahun 2007 dan 2008. Perbedaannya, pada saat itu terjadi kenaikan harga komoditas yang berbarengan dengan melemahnya nilai tukar rupiah.

Economic: Pemerintah Terbitkan Sukuk Rp950 Miliar

Pemerintah menjual surat berharga syariah negara, atau sukuk negara, sebesar Rp950 miliar melalui lelang Bank Indonesia. Pemerintah menawarkan 4 seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), yaitu IFR0003 (reopening), IFR0005, IFR0007. Total penawaran yang masuk atas penawaran 4 seri SBSN itu Rp1,87 triliun, tetapipemerintah hanya memenangi sebesar Rp950 miliar.

Property: 729 Rumah susun sewa dibangun hingga 2014

Kementerian Perumahan Rakyat menargetkan membangun 729 menara rumah susun sederhana sewa (rusunawa) pada 2010-2014 dengan kapasitas 100.000 unit untuk mahasiswa, pekerja, warga miskin perkotaan.

Corporate news

ASII: CEO Michael Ruslim Meninggal

CEO PT Astra International Tbk (ASII), Michael D. Ruslim meninggal dunia, Rabu pagi akibat demam berdarah. Ruslim meninggal saat dirawat di sebuah Rumah Sakit di Singapore.

SMCB: Raih Laba Kurs Rp 350 Miliar

Pada tahun lalu, SMCB diperkirakan membukukan laba selisih kurs sebesar Rp 350 miliar seiring apresiasi rupiah terhadap dollar AS sebesar 15%. Laporan yang telah diaudit dari perusahaan semen itu diharapkan keluar pada akhir bulan ini.

BUMI: Penjualan Batubara BUMI Naik 12,81%

BUMI mencatat pertumbuhan penjualan batubara sebesar 12,81% sepanjang tahun 2009. Produksi batubara BUMI naik 6,89% pada tahun yang sama.
 
DOID: Finalisasi Kontrak Tambang Baru

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) akan memfinalisasi satu kontrak konstruksi tambang baru pada 1Q10. Kontrak tersebut merupakan kontrak pertama yang akan diperoleh perusahaan pada awal tahun ini. Kontrak tersebut, akan berjangka waktu tiga tahun. Kontrak itu berpeluang diperpanjang setelah jatuh tempo.

GJTL: Incar Penjualan Naik 10-12% pada Tahun Ini

PT Gajah Tunggal Tbk mengincar perumbuhan volume penjualan ban pada tahun ini sebesar 10-12% menjadi 31,25 juta ban dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu yang sebanyak 27,9 juta ban. Pertumbuhan terjadi seiring adanya tambahan kontrak pengadaan ban dari Michelin dari 2 juta menjadi 3 juta ban.

WIKA: Targetkan Pendapatan Naik 15%

PT Wijaya Reality, anak usaha PT Wijaya Karya, menargetkan pertumbuhan pendapatan perusahaan tahun ini sebesar 15% dari realisasi tahun 2009 sekitar Rp500 miliar. Untuk mencapai target, perusahaan akan melakukan sejumlah langka strategis seperti pengembangan proyek berpangsa pasar besar, selain penyelesaian proyek yang dalam tahap pembangunan. Tahun lalu WIKA berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 10% dari perolehan tahun 2008.

MIRA: Konversi Waran

MIRA telah menggunakan dana hasil konversi waran I senilai Rp32,24 miliar. Perseroan mengkonversi waran sebanyak 129,7 ribu unit untuk meraup dana senilai Rp32,24 miliar. Dana hasil konversi waran dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan floating, production storage anf offloading.

BBCA: BCA Finance akan Lunasi Obligasi Rp275 Miliar

PT BCA Finance akan melunasi obligasi sebesar Rp275 miliar pada Februari mendatang. Perseroan akan menggunakan dana dari fasilitas kredit perbankan serta kas internal untuk melunasi obligasi tersebut. Obligasi yang jatuh tempo terdiri atas obligasi BCA Finance II tahun 2007 seri B dan C. Nilai masing-masing obligasi Rp150 miliar dan Rp125 miliar.

EXCL: Lunasi Obligasi US$59 Juta

EXCL melunasi obligasi senilai US$59,43 juta (Rp594 miliar). Perseroan mempercepat pembayaran utang obligasi dari seharusnya jatuh tempo pada 2013. Pelunasan utang obligasi ini berdampak terhadap penurunan resiko atas utang perseroan dalam denominasi dollar US.

Rumor

Harga saham GJTL diperkirakan akan menuju level Rp 600 dalam jangka pendek. Persetujuan restrukturisasi utang obligasi dan peluncuran produk baru milik perseroan dalam waktu dekat akan dijadikan momentum kenaikan harga GJTL.

Harga saham INAF berpotensi mencapai level Rp 100 dalam jangka pendek. Rencana merger perseroan dengan perusahaan BUMN farmasi lainnya ditargetkan terealisasi pada 1Q10. Perseroan juga dikabarkan menggandeng investor asal India dan Korea Selatan untuk ekspansi.

Technical Picks


  • BLTA (730) – BUY
  • DOID (1670) – BUY
  • PGAS (3800) – BUY
  • AKRA (1310) – SELL.
 

(etr/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads