Pada perdagangan Selasa (26/1/2010), IHSG ditutup merosot 19,445 poin (0,75%) ke level 2.578,415. Indeks LQ 45 juga melemah 4,469 poin (0,88%) ke level 503,835.
IHSG pada perdagangan Rabu (27/1/2010) diprediksi masih akan bergerak ragu-ragu karena investor masih akan wait and see melihat perkembangan bursa-bursa utama dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Jepang membuka perdagangan Rabu ini di teritori positif. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat tipis 17,92 poin (0,17%) ke level 10.343,20.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
IHSG kembali melanjutkan koreksi pada Selasa (26/01), penurunan tersebut dimotori oleh aksi jual investor lokal kepada saham-saham berbasis energi dan agrikultur seperti BUMI dan LSIP. Sentimen kelanjutan pelemahan harga minyak ke depan juga mendukung pelemahan indeks. IHSG berpeluang mengalami technical rebound pada perdagangan hari ini (27/01) dengan Trading Range 2580 - 2610. Investor dapat mencermati saham-saham yang telah menyentuh level Support, yaitu PGAS, INTP, dan ASII.
Panin Sekuritas:
Rencana China memperketat penyaluran kreditnya menjadi sentimen negatif bagi bursa regional dalam perdagangan kemarin. Investor khawatir kebijakan tersebut akan berpengaruh terhadap menyusutnya likuiditas dari pasar untuk jangka pendek. Meski demikian, kami memperkirakan dampak dari kebijakan ini tidak berlangsung lama. Ditengah tekanan jual terhadap saham unggulan, kami melihat adanya kesempatan untuk melakukan selective buy pada saham yang sudah memasuki area oversold. Selain itu, prospek perekonomian nasional yang cerah, masih menjadi daya tarik bagi investor/dana asing untuk masuk ke Indonesia. Secara teknikal, indeks kami perkirakan akan menguji level support 2.553-2.566. Sementara resistance berada pada kisaran 2.600-2.617.
Optima Sekuritas:
Tertekannya saham BBRI, BUMI, BMRI dan ADRO menjadi pendorong pelemahan indeks ke level 2.578. Selain itu faktor bursa regional yang terus terkoreksi menjadi sentimen negatif terhadap bursa. IHSG dalam fase downtrend dan masih mengandalkan sentimen regional. Investor semestinya wait and see dalam kondisi bearish sampai kondisi oversold atau mendekati lower Bollinger band terbentuk. Level pergerakan harian ada di 2.550-2.600.
(qom/qom)










































