Didorong Saham Telkom, IHSG Terdongkrak 11 Poin
Jumat, 23 Apr 2004 16:25 WIB
Jakarta - Pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (23/4/2004), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) kembali menguat dengan kenaikan 11,017 poin pada level 815,444. Saham Telkom menjadi motor utama kenaikan indeks hari ini.Indeks LQ-45 yang terdiri dari 45 saham yang paling aktif diperdagangkan naik 3,149 poin pada level 178,744, Jakarta Islamic Index (JII) naik 2,455 poin pada level 137,927, Indeks Papan Utama (MBX) naik 4,236 poin pada level 221,378 dan Indeks Papan Pengembangan (DBX) naik 0,399 poin pada level 185,485.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 12.394 kali pada volume 2,055 juta lot saham senilai Rp 656,107 miliar. Sebanyak 63 saham naik, 48 saham turun dan 277 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga alias stagnan.Saham-saham yang mengalami kenaikan harga tertinggi (top gainer) di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 400 menjadi Rp 14.650, Telkom (TLKM) naik Rp 350 menjadi Rp 8.500, Ramayana (RALS) naik Rp 250 menjadi Rp 5.450, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 200 menjadi Rp 5.400, Astra Internasional (ASII) naik Rp 50 menjadi Rp 6.100 serta Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 1.550. Sedangkan saham-saham yang mengalami penurunan harga terbesar di jajaran top loser antara lain Tempo Scan Pacific (TSPC) turun Rp 50 menjadi Rp 7.050, Unilever (UNVR) turun Rp 50 menjadi Rp 3.650, Bank Danamon (BDMN) turun Rp 25 menjadi Rp 3.475, Astra Agro Lestari (AALI) turun Rp 25 menjadi Rp 2.450, Indosat (ISAT) turun Rp 25 menjadi Rp 4.400 dan Kawasan Industri Jababeka (KIJA) turun Rp 15 menjadi Rp 95.Indeks kembali mengalami rebound setelah terkoreksi pada Kamis kemarin. Investor kembali melakukan perburuan saham secara selektif, terutama terhadap saham Telkom yang masih menjadi incaran.Menguatnya juga ditopang oleh penguatan nilai tukar rupiah serta naiknya bursa-bursa regional. Investor juga masih optimis dengan situasi politik, dimana capres dan cawapres yang beredar masih bisa diterima pasar. Selain itu, investor masih memiliki kepercayaan kalau proses pemilihan presiden dan wapres akan berjalan lancar.
(ani/)











































