Demikian disampaikan Direktur SQBI Seiichi Hattori dalam paparan publik di gedung WTC Jalan Jend Sudirman Jakarta Jumat (29/1/2010).
"Setelah tender offer, kami akan share saham ke publik. Tapi kami menunggu persetujuan dari otoritas, yaitu Bapepam-LK dan Indonesia Stock Exchange (BEI)," kata Hattori.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui sebelumnya, Taisho telah mengambil alih 764.250 saham seri A (SQBI) dan 9.268.000 saham seri B (SQBB) atau totalnya sebanyak 10.032.250 saham (97,97%) Bristol yang dimiliki oleh 345 Park Corporation senilai Rp 1,451 triliun. Sedangkan publik hanya memiliki 2,03% saham seri A, atau sebesar 972.000 lembar, dengan nilai Rp 972 miliar.
Menurut Direktur Operasi SQBB Yusuf S. Rantau, perseroan memastikan pendapatan di tahun 2009 mengalami peningkatan 15%, dari Rp 359 miliar menjadi Rp 414 miliar. Pun demikian dengan pertumbuhan dari sisi laba.
"Tahun 2008 saja net profit kita Rp 92 miliar. Akan sekitar itu (pertumbuhan) di tahun 2009. Tapi kami masih hitung lebih lanjut," ujarnya.
Sedangkan, selepas pembelian mayoritas saham perseroan oleh Taisho Pharmateutical Co Ltd perseroan berencana akan mengeluarkan beberapa varian produk baru. Produk tersebut akan ditujukan untuk pasar ekspor, seperti Philipina, Thailand, Singapura.
"Akan ada beberapa produk dari lini extention kita. Fokus kita untuk pasar asia tenggara. Mayoritas ekspor kita sekitar di atas 50 %. Tapi targetnya akan merambah asia pasifik ke depan," papar Yusuf.
Â
Â
(wep/qom)











































