Exxon (+2.7%) setelah turunnya keuntungan lebih kecil dibandingkan dengan estimasi karena naiknya harga minyak dan produksi yang akhirnya membuat perusahaan energi mengalami rally tertinggi kedua di belakang perusahaan komoditas pada indeks Standard & Poor's 500.
Perusahaan batu bara Consol Energy juga mengalami kenaikan di atas 7% setelah pihak dari perusahaan menyatakan mengalami kenaikan penghasilan 0.4% di bulan Desember. Indeks standard & Poor's (+1.4%) ke 1,089.19. Dow Jones Industrial Average (+1.2%) ke 10,185.53.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Australia juga menguat, seiring penguatan pada penambang yang dipicu oleh meningkatnya harga logam. BHP Billiton Ltd (+3.5%), Rio Tinto Ltd (+4.9%), Alumina Ltd (+4.5%), dan Lihir Gold Ltd (+4.8%) setelah naiknya futures emas hampir 2%. Namun, News Corp (-1.1%). Nikkei 225 (+1.2%) 10,327, S&P/ASX 200 (+1.4%) 4,589, Kospi (+0.5%) 1615, STI (+1%) 2762.
Commodity: Harga minyak mentah naik dalam dua hari berturut-turut, setelah industri manufaktu menunjukan pertumbuhan tercepat sejak Agustus 2004, mengindikasikan konsumsi bahan bakar di AS akan meningkat. Peningkatan harga ini juga didukung oleh laporan yang dikeluarkan Institute for Supplu management yang meningkatkan Factory Indeks dari 54.9 pada bulan Desember menjadi 58.4 pada bulan januari.
Harga minyak untuk pengiriman bulan Maret naik 70 sen (+0.9%) menjadi $ 75.13 per barrel Crude oil (+0.6%) $74.9/bbl, Gold (-0.2%) $1.103/oz, CPO (-0.2%) 2,436 RM/MT, Nickel (-2.7%) $18,000/MT, Tin (-6.1%) $16,150/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Inflasi Januari 2010 Sebesar 0,84% MoM dan 3,72% YoY
BPS mencatat laju inflasi sepanjang Januari 2010 sebesar 0,84% MoM dan 3,72% YoY. Kenaikan disebabkan naiknya harga beras rata-rata 8% dibandingkan dengan Desember 2009 menyumbang inflasi sebanyak 0,35% dan cabai merah 0,06%.
Economic: Surplus Perdagangan RI Melonjak 151%
BPS mencatat, surplus neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2009 mencapai US$19,63 miliar atau naik 151%, dibandingkan 2008 sebesar US$7,82 miliar. Meski demikian, BPS menilai kenaikan surplus neraca perdagangan Indonesia belum bisa dikatakan ideal karena tidak disertai peningkatan jumlah ekspor dan impor. Bahkan, jumlah perdagangan ekspor-impor 2009 menurun yoy. Surplus perdagangan itu berasal dari ekspor Indonesia selama Januari-Desember 2009 mencapai US$116,49 miliar, sedangkan impor US$96,855 miliar.
Economic: Stimulus Efektif Dorong PDB
Pemerintah mengklaim pemberian stimulus fiskal Rp73,3 T pada tahun lalu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi Indonesia naik 1,4% dari yang seharusnya. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan mengatakan bila tanpa kebijakan stimulus fiskal, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu hanya akan mencapai 2,9%. Menurutnya, dampak terbesar stimulus fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi terjadi pada 4Q09.
Economy : BI Belum Tergoda Ubah BI Rate 6,5%
Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) diprediksi masih akan tetap stagnan yakni 6,5% pada bulan Februari 2010 ini. Bank sentral belum akan menaikkan suku bunganya karena tingkat inflasi yang cenderung mengalami kenaikan tipis akibat dari kenaikan harga pangan. Demikian disampaikan Kepala Ekonom Bank Mandiri, Mirza Adityaswara usai menjadi pembicara dalam diskusi Ikatan Pialang Efek Indonesia di Hotel Nikko, Jakarta, Senin malam (01/02/2010). Hal senada disampaikan ekonom dari Citigroup Johanna Chua yang menilai BI Rate kemungkinan besar masih akan dipertahankan. Namun pernyataan kebijakan moneter BI kemungkinan lebih tegas karena tingkat inflasi yang tumbuh lebih cepat dari prediksi.
Corporate news
MPPA: Buyback Bond Matahari Di Harga Par
PT Matahari Putra Prima Tbk mempunyai opsi untuk membeli kembali (buyback) obligasi US$200 juta di harga par atau 100%. Opsi itu tertuang dalam perjanjian penerbitan obligasi dolar yang disepakati antara perusahaan ritel yang dikendalikan oleh Keluarga Riady melalui PT Multipolar Tbk dan pemegang obligasi. Matahari bisa melaksanakan opsi itu setelah menjual 90,76% saham di PT Matahari Departemen Store Tbk (MDS) senilai Rp7,17 T kepada Meadow Asia Company Limited yang dikendalikan oleh CVC Capital Partners, hampir tiga kali lipat dari posisi kas perusahaan ritel tersebut.
CPRO: Negosiasi Obligasi CPRO Belum Tuntas
PT Central Prima Proteinaprima Tbk masih berupaya meminta persetujuan restrukturisasi surat utangnya senilai US$325 Juta dengan mayoritas investor pemegang obligasi, pascatertundanya pembayaran kupon bunga senilai US$17 juta. Sekretaris Perusahaan CP Prima mengatakan perwakilan pemegang obligasi sedang berupaya mendapatkan tanda tangan dari pemegang obligasi lainnya, guna memperoleh persetujuan lebih dari 50% jumlahinvestor pemilik pokok terutang.
DEWA: Quest Miliki 12% Saham DEWA
Per 21 Januari 2010, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memiliki pemegang saham baru, yakni Quest Corporation. Quest tercatat memiliki 2,76 miliar atau 12,61% saham DEWA. Quest menjadi pemegang saham DEWA melalui proses rights issue.
KLBF: Laba Bersih 2009 Diperkirakan Melonjak 31,57%
Sepanjang tahun 2009, laba bersih PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) diperkirakan mencapai Rp 930 miliar, naik 31,57% dibandingkan dengan pencapaian 2008 yaitu Rp 706,82 miliar. Tingginya pencapaian laba bersih ditopang oleh meningkatnya perolehan pendapatan perseroan dari Rp 7,87 triliun pada 2008 menjadi Rp 9 triliun pada 2009.
TRUB: Investasi US$400 Juta Pada 2010
TRUB akan menginvestasikan US$400 juta untuk membangun 4 unit PLTU tahun ini. Truba akan mendanai keempat proyek PLTU dari ekuitas (30%) dan pinjaman bank (70%). Saat ini Truba juga mengincar dua kontrak senilai US$145 juta.
AKRA: Membangun Terminal BBM 200.000 KL
AKRA berencana membangun terminal bahan bakar minyak (BBM) tahap II di Tanjung Priok dengan kapasitas 200.000 kiloliter (kl). Pembangunan itu merupakan kelanjutan pembangunan tahap I dengan kapasitas 250.00kl.
BNGA: Kredit Otomotif Tumbuh 25%
BNGA menjadikan sektor otomotif sebagai salah satu fokus dalam pertumbuhan kredit pada tahun 2010 karena kredit sektor otomotif selalu bertumbuh signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Per 30 September 2009, misalnya, jumlah pinjaman yang telah dikucurkan untuk kredit pemilikan kendaraan bermotor mencapai R p 7,5 triliun, meningkat 25% dibandingkan dengan posisi sama tahun sebelumnya. Jumlah ini memberikan kontribusi sebesar 33% dari total kredit ritel BNGA.
IPO: Garuda Berencana Gelar IPO pada 2H10
PT Garuda Indonesia berencana menggelar IPO pada 2H10. Dari aksi korporasi tersebut, Garuda mengincar perolehan dana sekitar US$ 250 juta hingga US$ 300 juta. Dana yang diperoleh akan digunakan untuk membiayai ekspansi usaha, salah satunya membeli pesawat baru.
Rumor
Sejumlah fund asing tengah mengakumulasi kembali saham PT Agis Tbk (TMPI), terkait kabar bahwa perseroan akan mengenmbangkan usahanya ke bisnis multimedia di luar negeri. Pemegang mayoritas saham perseroan disebut-sebut bakal ekspansi besar-besaran.
PT Ciputra Surya Tbk (CTRS) dikabarkan bakal menyelesaikan sejumlah proyek di Surabaya dan akuisisi lahan di Sidoarjo dan Semarang. Perseroan telah menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar, Bahkan salah satu perusahaan di Singapura berminat membentuk aliansi strategis dengan perseroan. Terkait itu, harga CTRS berpotensi menuju Rp650-700 dalam jangka pendek.
Technical Picks
- BISI (1620) – BUY
- BNBR (90) – BUY
- SGRO (2775) – BUY on Weakness
- PGAS (3725) – Speculative BUY.
(etr/qom)











































