Ratusan Joki Saham Datangi IPO Benakat

Ratusan Joki Saham Datangi IPO Benakat

- detikFinance
Rabu, 03 Feb 2010 11:30 WIB
Ratusan Joki Saham Datangi IPO Benakat
Jakarta - Lagi-lagi, fenomena joki saham meramaikan pagelaran IPO calon emiten Bursa Efek Indonesia (BEI). Ratusan investor gadungan alias joki saham tampak mendatangi acara penawaran umum perdana saham PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI).

Berdasarkan pantauan detikFinance di lokasi penawaran yang bertempat di kantor Bank Capital di kawasan bisnis Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (3/2/2010), sekitar 200 joki sudah mengantre sejak pagi hari. Mereka datang ke lokasi dengan beberapa bus metromini sewaan dengan waktu bervariasi.

"Saya datang sejak jam 6 pagi disini," ujar salah seorang joki saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para mandor yang memimpin para joki saham pun tampak membagi-bagikan jaket formal berwarna gelap kepada para joki yang dibawanya, sehingga mereka pun tampak rapi. Masing-masing mandor bertugas memastikan anak-anak buahnya yang joki saham itu masuk mengisi formulir pendaftaran pembelian saham.

"Ada dua kelompok, satu dari Kebon Jeruk, satu lagi dari Manggarai. Masing-masing wilayah sekitar 100 orang, jadi total ada sekitar 200 orang," ujar salah seorang mandor.

Fenomena joki memang biasa terjadi dalam acara penawaran umum perdana saham (IPO). Sebut saja, IPO PT Bayan Resources Tbk (BYAN) yang ditangani oleh PT Trimegah Securities. Kemudian ada IPO PT Trada Maritime Tbk (TRAM) yang ditangani oleh PT Danatama Makmur. Dan masih banyak lainnya.

Dan biasanya, joki-joki saham ini akan mendapat bayaran bervariasi. Dalam catatan detikFinance, kisaran upah joki saham ini antara Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per orang.

"Kita belum tahu nanti dikasih berapa, biasanya nanti tergantung kalau sudah selesai saja," ujar salah seorang joki.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari otoritas bursa soal fenomena joki ini, baik dari sisi legalitas, etika maupun dampak yang bisa ditimbulkan dari fenomena ini bagi investor sungguhan.

Sejumlah perusahaan memang berupaya menghindari fenomena ini, seperti IPO PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) dan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) yang berjalan tanpa joki sama sekali. Namun realitasnya, fenomena ini masih mendominasi pagelaran IPO.

Benakat akan menerbitkan 11.500.000.000 saham baru atau setara dengan 38,24% dari jumlah saham setelah IPO. Dengan penetapan harga IPO sebesar Rp 140 per saham, Benakat akan memperoleh dana sebesar Rp 1,61 triliun.

Dana hasil IPO akan digunakan untuk melakukan penyertaan dalam bentuk utang kepada anak usahanya yakni PT Benakat Oil dan PT Benakat Mining sebesar 95%. Sisanya akan digunakan untuk membeli saham PTII dan surat utang milik Patina Group Ltd.

Saat ini struktur kepemilikan saham Benakat terdiri atas PT Indotambang Perkasa 89,97% dan PT Inti Permata Nusantara 10,03%. Setelah IPO, komposisiΒ  pemegang saham akan menjadi Indotambang 55,57%, Inti Permata 6,2%, dan masyarakat 38,24%.

Pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 11 Februari 2010. PT Danatama Makmur bertindak sebagai penjamin emisi IPO Benakat.

Β 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads