Pemicu rontoknya saham-saham adalah memuncaknya kekhawatiran seputar masalah utang di Eropa plus data klaim pengangguran yang meningkat ke level yang tidak diprediksi sebelumnya.
Kekhawatiran pasar terus merebak setelah keluarnya kabar sejumlah negara Uni Eropa memiliki masalah dalam penjualan surat utangnya dan biaya untuk menjamin utang itu terus meningkat.Β Spanyol dan Portugis menjadi 2 negara yang kini sedang dikhawatirkan investor setelah Yunani yang sempat menghadapi kegagalan pembayaran utang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun lalu kita sudah dimanjakan dengan kondisi pasar yang terus naik hampir tanpa henti setelah titik terendah pada Maret. Fase konsolidasi mungkin belum usai," ujar Bob Doll, global chief investment officer BlackRock seperti dikutip dari Reuters, Jumat (5/2/2010).
Pada perdagangan Kamis (4/2/2010) indeks Dow Jones memang sempat terpuruk di bawah level 10.000 sebelum akhirnya ditutup melemah 268,37 poin (2,61%) ke level 10.002,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 34,17 poin (3,11%) ke level 1.063,11 dan Nasdaq melemah 65,48 poin (2,99%) ke level 2.125,43.
Indeks Dow Jones kini tercatat sudah merosot 6,7% sejak ditutup pada titik tertingginya dalam 15 bulan pada 19 Januari lalu.
Saham Bank of America mencatat penurunan terbesar hingga 5% dan menjadi pendukung utama penurunan indeks Dow Jones. Demikian pula produsen Aluminium, Alcoa Inc turun hingga 4,3%.
Saham MasterCard ambles 10,3% setelah mengeluarkan laporan keuangan yang lebih buruk dari ekspektasi analis.
Total volume perdagangan di New York Stock Exchange dan Nasdaq mencapai 11,21 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































