Kredit konsumsi di US hanya turun US$ 1.7 milyar, lebih kecil dari estimasi ekonom yang mencapai US$ 10.8 milyar. Indeks S&P 500 (+0.3%) ke level 1,066 dan indeks Dow Jones Industrial Average (+0.3%) ke level 10,012. Saham yang naik antara lain Intel Corp. (+2.37%), Cisco System (+2.33%) dan Alcoa Inc (+2.09%).
Regional Pagi: Nikkei 225 turun di bawah 10,000 pada Senin pagi di Tokyo, menyentuh ke level intraday terendah dalam hampir 2 bulan, dengan merosotnya sejumlah saham eksportir dan shipper. Pelemahan terjadi setelah euro melemah terhadap yen ke 1 tahun terendah di tengah kekhawatiran terhadap gagal bayar utang sejumlah negara Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Commodity: Harga minyak mentah untuk pengiriman bulan maret naik 95 sen (+1.3%) menjadi US$ 72.14/barek. Kenaikan ini dipicu oleh spekulasi bahwa persediaan wholesale US akan meningkat untuk 3 bulan berturut-turut. Crude oil (+0.7%) $71.7/bbl, Gold (+0.1%) $1.068/oz, CPO (+0.5%) 2.507 RM/MT, Nickel (-3.8%) $17.050/MT, Tin (-4.5%) $15.450/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Asumsi Makro APBN 2010 Siap Dirombak
Pemerintah memastikan merombak seluruh asumsi makro dan postur anggaran dalam APBN 2010 karena mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi sepanjang tahun ini. Menteri Keuangan menuturkan asumsi APBN 2010 akan seluruhnya dirombak, a.l. harga minyak, nilai tukar rupiah, suku bunga dan inflasi. Adapun untuk pertumbuhan ekonomi, dia tidak memerinci revisi targetnya.
Economic: Target Ekspor Tahun Ini Naik 7% Sampai 8%
Pemerintah menaikan ekspor nonminyak dan gas bumi tahun 2010 ini naik 7-8% ketimbang tahun lalu yang mencapai sebesar US$97,47 miliar. Sedangkan target nilai ekspor nonmigas di 2014 melejit sampai 14,5-16,5% dibandingkan tahun 2008.
Economic: Nilai Aset Negara Bertambah menjadi Rp531 T
Tambahan kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama Januari 2010 saja.
Economic: Pemerintah Bayar Utang Luar Negeri Rp 80 Triliun di 2010
Pemerintah akan membayar utang luar negeri hingga US$ 8,270 miliar atau sekitar Rp 80 triliun pada tahun 2010. Angka itu terdiri dari pokok utang sebesar US$ 5,754 miliar dan bunga US$ 2,517 miliar. Untuk tahun 2011, pemerintah akan membayar utang luar negeri US$ 7,474 miliar yang terdiri dari pokok utang US$ 5,127 miliar dan bunga utang US$ 2,347 miliar. Berdasarkan data dari Ditjen Pengelolaan Utang Depkeu, pemerintah tercatat memiliki utang sebesar US$ 169,13 miliar atau setara dengan Rp 1.589,78 triliun. Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 64,93 miliar dan surat berharga US$ 104,2 miliar.
Economic: Emisi Bond Korporasi Melonjak
Sejak awal 2010, penerbitan obligasi rupiah dan dolar AS dari korporasi Indonesia mencapai Rp 11,54 triliun, atau naik 424,58% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,2 triliun. Lonjakan tersebut berasal dari korporasi yang bergerak di sektor usaha minyak, gas, dan energi seperti PT Star Energy yang baru menyelesaikan book building obligasi US$ 350 juta dengan menarik permintaan US$ 1,1 miliar dari investor global dengan 11,5%.
Economic: BEI Segera Luncurkan Covered Warrants
BEI berencana meluncurkan covered warrants pada 1H10. Instrumen investasi itu bakal dirilis bersama 2 produk derivatif lainnya, Exchange Traded Fund (ETF) dan Kontrak Opsi Saham (KOS). Otoritas bursa memutuskan untuk meluncurkan produk-produk derivatif tersebut seiring pulihnya kembali pasar modal.
Economic: Bapepam Cabut Izin Usaha Manajer Investasi pada 2 Perusahaan Efek
Bapepam LK mencabut izin usaha manajer investasi pada 2 perusahaan efek yaitu PT Danpac Asset Management d/h. PT Danpac Investama dan PT Brahma Capital.
Corporate news
CPRO: Petambak Plasma Desak CP Prima Lepas Dipasena
Para petambak plasma mendesak manajemen CPRO segera menjual aset Bumi Pertambakan Dipasena yang dikelola oleh PT Aruna Wijaya Sejati. Petambak menilai tidak mungkin melakukan revitalisasi tambak tanpa adanya investor baru. Ketua Umum Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW), Nafian Faiz menyatakan sejak dialihkannya kepemilikan Aruna Wijaya kepada CPRO tahun 2007, situasi perusahaan menjadi kacau. Salah satunya persoalannya adalah CP Prima gagal melakukan revitalisasi tambak udang tersebut.
BTPN: Kredit Tumbuh 50%
Pertumbuhan kredit PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) diperkirakan mencapai 50% pada tahun lalu. Pertumbuhan tersebut sepuluh kali lebih besar dibanding pertumbuhan kredit industri perbankan nasional berkat keberhasilan manajemen membidik segmen kredit mikro. Saat ini aset BTPN telah mencapai Rp22 triliun. Mayoritas kredit sebanyak 85% diberikan untuk pensiunan dan 15% ditujukan untuk nasabak UMKM.
SGRO: Kapasitas Produksi Akan Naik 15%
Tambahan kekayaan negara yang belum tercatat senilai total Rp267 triliun. Angka tersebut merupakan hasil inventarisasi dan penilaian ulang selama Januari 2010 saja.
EXCL: XL Siap Lunasi Utang Rp1,1 Triliun
PT XL Axiata Tbk (EXCL) tahun ini akan melunasi seluruh utang jatuh tempo senilai Rp1,1 triliun. Angka itu lebih rendah dibandingkan total utang yang dilunasi pada 2009 sebesar Rp5,2 triliun. Perseroan mencatatkan total utang akhir tahun lalu sebesar Rp13,5 triliun dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp18,7 triliun. Utang jatuh tempo yang bakal dilunasi tahun ini diantaranya utang kepada PT Bank Mizuho Indonesia senilai US$50 juta.
DGIK: Incar Pendapatan Rp1,52 Triliun
PT Duta Graha Indonesia Tbk (DGIK) menargetkan kenaikan pendapatan sepanjang 2010 sekitar 12-17% dibandingkan realisasi tahun lalu. Pendapatan diperkirakan berkisar Rp1,45-1,52 triliun. Optimistis pertumbuhan tersebut ditopang oleh peningkatan anggaran pemerintah untuk proyek infrastrukur sekitar Rp9,7 triliun.
BBRI: Selesaikan Satu Uji Tuntas Akuisisi Bank
BRI telah menuntaskan uji tuntas (due diligence) terhadap satu bank nasional yang akan diakuisisi pada 1H10, sedangkan satu bank lainnya masih dalam tahap negosiasi. Namun, Direktur BRI Sofyan Basir mengatakan belum dapat menyebutkan nama bank yang akan diakuisisi, karena belum mendapat persetujuan dari pemegang saham bank terkait.
GZCO: Targetkan kenaikan pendapatan
GZCO menargetkan bisa mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar Rp500 miliar pada 2010, menyusul bertambahnya lahan yang memberikan hasil produksi CPO. Laba bersih tersebut naik jika dibandingkan dengan perolehan selama 2009 sebesar Rp407 miliar.
ELTY: Targetkan Rp 200 Miliar dari Jalan Tol
PT Bakrieland Development Tbk memproyeksikan dapat memperoleh tambahan pendapatan sebesar Rp 150 miliar hingga Rp 200 miliar pada tahun ini, menyusul pengoperasian jalan tol ruas Kanci-Pejagan.
DOID: Alokasikan capex US$150 juta
DOID mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$150 juta atau sekitar Rp1,42 triliun pada tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk perawatan serta pembelian peralatan yang baru. Untuk memenuhi kebutuhan itu, perseroan akan mengambil dari sumber dana internal maupun eksternal.
BCIP: Belanjakan Dana IPO Saham Rp39,3 M
BCIP telah menggunakan dana hasil IPO senilai Rp39,3 miliar. Penggunaan dana untuk ekspansi usaha perseroan. BCIP meraup dana hasil IPO sebesar Rp55 miliar. sedangkan sisa dana hasil IPO saham mencapai Rp15,7 miliar belum direalisasikan pemanfaatannya.
BKSL: Batas Kuorum RUPSLB Turun Jadi 53%
Bapepam LK akhirnya menurunkan batas kuorum RUPSLB BKSL menjadi 53% dari ketentuan 75%. Penurunan itu dilakukan karena BKSL gagal mendapat persetujuan terkait rencana pernerbitan saham baru dan akuisisi PT Bukit Jonggol Asri, karena dua kali RUPSLB tidak kuorum.
IPO: Pemodal Domestik Mayoritas Serap IPO Saham PP
PT PP (Persero) Tbk mengalokasikan sebagian besar IPO saham perseroan kepada pemodal domestik. Jumlah pesanan saham yang masuk mencapai 1,7 kali dari total saham yang ditawarkan sebanyak 1,039 miliar unit dengan harga Rp560 per saham. PP mengincar kenaikan pendapatan sepanjang 2010menjadi Rp6,8 triliun, dibandingkan estimasi 2009 senilai Rp4,28 triliun.
Rumor
PT Dayaindo Resources Tbk (KARK) dikabarkan segera mengakuisisi produsen batubara di Kalimantan. Perseroan akan right issue senilai Rp2 triliun. Perseroan disebut-sebut sudah mendapatkan pembeli dari Jepang dan India yang tertarik akuisisi tambang di Indonesia. Harga KARK berpeluang menuju Rp140-150.
Harga saham PT Energi Mega Tbk (ENRG) dikabarkan bakal diangkat menuju Rp225-230 dalam jangka pendek. Keberhasilan perseroan mendapat proyek pasokan gas ke PLN akan menjadi momentum kenaikan harga ENRG. Selain itu, bakal bertambahnya kepemilikan PT Bakrie&Brother Tbk (BNBR) setelah right issue dan akuisisi Blok Masela turut menopang menguatan harga ENRG.
Corporate Action
Hari ini (8/2), cum date dividen H M Sampoerna Tbk (HMSP) Rp 150. Ex date (9Feb10)
Technical Picks
- IHSG (2.518) – BUY
- BBRI (7250) – BUY
- ASII (34350) – BUY
- TLKM (8950) – BUY.
(etr/qom)











































