Triwulan I 2004, Laba Bersih Bank Permata Rp 126,9 M

Triwulan I 2004, Laba Bersih Bank Permata Rp 126,9 M

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2004 11:05 WIB
Jakarta - PT Bank Permata Tbk mencatat laba bersih selama triwulan pertama 2004 sebesar Rp 126,9 miliar, atau naik 24,05 persen dibanding perolehan triwulan pertama 2003 sebesar Rp 102,3 miliar. Meningkatnya laba bersih ini karena naiknya pendapatan bunga bersih, pendapatan operasional dan membaiknya kualitas aktiva produktif perseroan.Demikian diungkapkan Direktur Utama Bank Permata, Agus Martowardojo, dalam paparan publik di Hotel Shangri-la, Jakarta, Kamis (29/4/2004).Pendapatan bunga bersih Bank Permata pada triwulan pertama 2004 sebesar Rp 384,8 miliar, naik 59,14 persen dibanding periode serupa tahun 2003 yang mencapai Rp 241,8 miliar. Peningkatan tersebut, menurut Agus, karena berlanjutnya penurunan suku bunga deposito dan tabungan sepanjang tahun 2004, seiring turunnya tingkat suku bunga penjaminan dan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).Sedangkan pendapatan operasional pada triwulan pertama 2004 mencapai Rp 62,5 miliar, naik 16 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 56,4 miliar.Total kredit yang dikucurkan mencapai Rp 10,5 triliun, naik dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 8,4 triliun. Alokasi kredit sebesar 65 persen diberikan kepada sektor usaha kecil dan menengah (UKM). Sementara, per Maret 2004, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun mencapai Rp 22,2 triliun, naik Rp 1,7 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 20,5 triliun.Adapun rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Permata sebesar 12,8 persen, pinjaman bermasalah bersih (non-performing loan/NPL net) 2,6 persen dan NPL gross 8 persen, dibanding triwulan pertama 2003 yang masing-masing sebesar 9,7 persen dan 25 persen. Total aset Bank Permata per Maret 2004 mencapai Rp 29,6 triliun.Divestasi Bank PermataSementara itu, mengenai rencana divestasi Bank Permata, dijelaskan Agus, hingga kini masih dilakukan kajian oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang akan menentukan pola divestasinya, dimana nantinya setelah dirumuskan akan dibawa ke Sub Komisi Perbankan Komisi IX DPR.Dijelaskan, manajemen Bank Permata sendiri terus melakukan kegiatan operasiona karena masalah divestasi menjadi urusan pemegang saham. Mengenai keinginan BNI membeli Bank Permata, menurut dia, merupakan suatu kehromatan karena BNI merupakan salah satu bank terbesar. "Namun itu semua terserah pemegang saham," ujarnya. (ani/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads