Dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Deputy Menteri Negara BUMN Bidang Pertambangan, Industri Strategis, Energi dan Telekomunikasi (PISET) Sahala Lumban Gaol mengungkapkan, selama tahun 2009 Telkom membukukan laba bersih sebesar Rp 9,3 triliun, yang berarti turun dibanding laba bersih tahun sebelumnya yang mencapai Rp 10,619 triliun.
"Angka Rp 9,3 triliun yang dikemukakan oleh Deputy Menteri BUMN tersebut adalah laba bersih untuk 9 bulan pertama (sampai dengan September) 2009, bukan laba selama tahun 2009. Jadi perbandingan tersebut tidak apple to apple dari sisi waktu," papar Vice President Public and Marketing Communication TLKM, Eddy Kurnia dalam rilisnya, Selasa (9/2/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun rupanya, telah terjadi kesalahan data. Sebagaimana dikatakan Eddy, TLKM masih membukukan pertumbuhan kinerja sepanjang 2009. Hanya saja, perseroan belum dapat mengumumkan data keuangan setahun penuh 2009 kepada publik.
Kesalahan data laba bersih tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung, telah menyebabkan harga saham TLKM mengalami tekanan jual dan turun cukup tajam.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, harga saham TLKM masih berada di level Rp 8.950 per saham. Namun dalam dua hari berturut-turut pekan ini, harga saham TLKM telah mengalami koreksi sebesar Rp 450 (5,02%) ke level Rp 8.500 per saham dibanding penutupan akhir pekan lalu.
(dro/qom)
