Demikian disampaikan dalam pengumuman tender offer perseroan, Jumat (12/2/2010).
Harga pelaksanaan tender offer ditetapkan sebesar Rp 161.741 per saham, sama dengan harga akuisisi. Nilai tersebut premium 20,2% dari harga rata-rata tertinggi selama 90 hari sebelum transaksi di level Rp 134.525 per saham. Saat ini, harga saham Bir Bintang bertengger di level Rp 170.000 per saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum transaksi ini, Heineken International BV merupakan pemegang 16.000.428 (75,94%) saham Bir Bintang, sedangkan Hollandsche Administratiekantoor BV sebanyak 1.565.560 saham (7,43%). Sisanya sebanyak 3.504.012 (16,63%) milik publik.
Pada 10 Februari 2010, Tiger Beer telah mengambil alih 13.716.570 (65,1%) saham Bir Bintang dari Heineken dan 723.120 (3,4%) saham Bir Bintang milik Hollandsche. Total saham yang diambil alih sebanyak 14.439.690 (68,5%) saham senilai Rp 2,335 triliun.
Setelah transaksi ini, porsi kepemilikans aham Bir Bintang adalah Tiger Beer sebanyak 14.439.690 saham (68,5%), Heinekken 2.283.858 saham (10,83%), Hollandsche sebanyak 842.440 saham (3,99%) dan publik sebanyak 3.504.012 saham (16,63%). Total jumlah saham Bir Bintang sebanyak 21.070.000 saham.
Berhubung telah terjadi perubahan pengendali saham Bir Bintang, maka Tiger Beer sebagai pemilik baru wajib menggelar penawaran terbuka atas sisa saham yang masih beredar. Dalam pengumumannya, manajemen Bir Bintang mengatakan, sisa saham Hollandsche sebesar 3,99% tidak akan diikutsertakan dalam tender offer.
Oleh sebab itu, total jumlah saham yang memiliki kesempatan mengikuti tender offer sebanyak 5.787.870 saham (27,47%). Mengacu pada harga tender offer, maka dana yang dibutuhkan Tiger Beer akan mencapai Rp 936,135 miliar.
Penawaran tender offer akan dimulai pada 5 Maret 2010 hingga 1 April 2010. Pembayaran akan dilakukan pada 13 April 2010.
Β
(dro/qom)











































