Antam berusaha untuk meningkatkan produksi emasnya di tahun ini, karena produksi emas perseroan di 2009 turun 7% dibanding produksi emas 2008 yang sebesar 2,832 ton.
Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis mengatakan, Perseroan optimis peningkatan harga komoditas di tahun ini akan mendongkrak kinerja penjualan perseroan setelah pada tahun 2009 mengalami penurunan 9,84%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tahun 2009, Antam mencatat pendapatan sebesar Rp 8,647 triliun (unaudited), turun 9,84% dari tahun 2008 sebesar Rp 9,591 triliun. Kontribusi penurunan terbesar berasal dari pendapatan ferronikel.
Ia mengatakan, perseroan mentargetkan produksi ferronikel sebanyak 19.000 ton di 2010. Sebelumnya, produksi ferronikel ANTM sepanjang 2009 sebanyak 12.550 ton, turun 29% dari tahun 2008 sebanyak 17.566 ton
Sementara untuk bijih nikel, perusahaan plat merah itu mentargetkan bisa 6 juta wmt tahun ini. Sebelumnya, produksi bijih nikel ANTM di 2009 sebanyak 5,782 juta wmt, turun 12% dari tahun 2008 sebanyak 6,571 juta wmt.
"Kalau harga nikel bisa berkisar US$ 8 per pon, kalau emas sekitar US$ 1.000/toz tahun ini. Tahun lalu kan nikel hanya sekitar US$ 6,6 per pon dan emas US$ 873/toz," katanya.
(ang/dnl)











































