"Otomotif roda empat akan growth 10% tahun ini. Untuk Daihatsu sendiri akan ada peningkatan kapasitas produksi dari 211 ribu unit per tahun, dengan dua shift non overtime, jadi 286 ribu unit tahun ini," ujar Prijono seusai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Senin (1/3/2010).
Proses penambahan kapasitas ini dijadwalkan akan dimulai pada semester II-2010 hingga awal 2011. Dana yang disiapkan perseroan untuk keperluan ini sebesar Rp 250 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Direktur ASII Johnny Darmawan Danusasmita, target ini akan tercapai jika ketidakpastian politik dapat terlewati. Faktor lain adalah kepastian atas pajak progresif dan luxury tax yang masih diributkan oleh konsumen.
"Kalau pak Prijono bilang 10%, dengan dilaluinya ketidakpastian ini maka saya bilang pertumbuhan mobil akan 15%. Bisa menjadi 550 ribu. Kalau dua faktor berjalan, maka market akan bergerak sendiri," papar Johnny.
Ditambahkannya, untuk capaian penjualan merk dagang Toyota bulan Februari 2010, perseroan mencatat 20.800 unit. Pada bulan lalu, Toyota meraih penjualan 39.400 unit.
"Market Share kita targetkan selalu diatas 50%. Tahun ini sekitar 52-53%. Januari saja sudah 58%. Tahun 2009 kita tutup dengan 56%," ungkap Prijono.
Sedangkan untuk penjualan otomotif kelas roda dua nasional tahun 2010, terang Prijono, pertumbuhannya 6,8% dari 5,8 juta unit di tahun 2009 menjadi 6,2 juta unit.
(wep/dro)











































