Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Jasa Marga Frans Sunito di Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Kantor Pusat Telkom, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (9/3/2010).
"Investasi tahun ini sekitar Rp 3 triliun, sebagian besar dari pinjaman perbankan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, hingga 3-4 tahun ke depan, emiten berkode JSMR itu membutuhkan dana investasi sebanyak Rp 25 triliun. Dana sebesar itu diperlukan untuk mengoperasikan jalan tol baru sepanjang 250 km yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.
"Total ruas tol yang sudah kita operasikan sekarang sekitar 530 km," ujarnya.
Hingga akhir tahun 2010, perseroan menargetkan bisa meraup pendapatan sebanyak Rp 4,2 triliun. Sampai tahun 2009, Jasa Marga sudah membukukan laba bersih Rp 3,6 triliun.
Siap lepas anak usaha
Menanggapi pernyataan Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengenai pembenahan anak usaha, Frans mengatakan saat ini perseroan sudah mendata seluruh anak usahanya.
Perseroan mengaku siap melepas anak usaha yang sudah tidak memberi keuntungan lagi. "Kalau tidak kasih benefit akan kita lepas. Tapi ada yang akan ditambah supaya mayoritas," ujarnya.
Salah satu anak usahanya yang rencananya ditambah kepemilikan sahamnya adalah JORR II. Sehingga jumlah anak usaha Jasa Marga jumlahnya menjadi 8 dari sebelumnya 7 anak usaha.
"Kalau anak usaha yang minoritas nilainya kurang dari Rp 300 miliar, enggak terlalu besar," imbuhnya.
(ang/dnl)











































