Demikian disampaikan Head of Indonesian Equities PT UBS Securities Indonesia Joshua Tanja dalam materi yang dipublikasikan, terkait acara UBS Indonesia Conference 9-11 Maret 2010.
"Kami yakin secara keseluruhan prospek pasar Indonesia adalah baik, dengan didukung oleh kuatnya konsumsi domestik, iklim politik yang stabil dan perkembangan reformasi," terangnya di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selasa (9/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan indeks saham domestik akan didukung oleh beberapa sektor unggulan, hingga menyebabkan kelebihan kredit. Sektor konsumsi, properti, batubara, perbankan, dan infrastruktur menjadi penopang IHSG di tahun 2010.
Untuk saham yang mencapai posisi puncak, tetap didominasi oleh pemain lama, seperti PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Astra International Tbk (ASII), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Adaro Energy Tbk (ADRO).
Ditambahkan Joshua, penyelenggaraan UBS Indonesia Conference bertujuan untuk membantu perusahaan Indonesia dan investor internasional dalam membangun kerja sama yang lebih erat. Mereka yang hadir mendapatkan akses langsung ke manajemen senior dan mendapatkan gambaran yang mendalam tentang Indonesia sebagai tujuan investasi.
UBS Indonesia Conference juga menawarkan kesempatan bagi para investor internasional untuk memperoleh pengalaman langsung dan pertemuan dengan manajemen perusahaan melalui diskusi one-on-one, diskusi roundtable serta kunjungan langsung ke lokasi.
"Perusahaan-perusahaan Indonesia tersebut juga akan berkesempatan untuk bertemu dengan para investornya dan kemudian mengembangkan basis kepemilikan saham dari para investor mereka tersebut," paparnya.
Â
(wep/dro)











































