Matahari Segera Penuhi Permintaan Bapepam

Matahari Segera Penuhi Permintaan Bapepam

- detikFinance
Kamis, 11 Mar 2010 17:39 WIB
Matahari Segera Penuhi Permintaan Bapepam
Jakarta - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berjanji akan segera memenuhi permintaan Bapepam-LK untuk memberikan keterbukaan informasi yang komprehensif terkait penjualan 90,76% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF). Perseroan telah mengantongi izin RUPS Luar Biasa.

"Kami akan segera memberikan keterbukaan informasi, termasuk rencana penggunaan dana," ujar Direktur Utama MPPA, Benjamin J Mailool di gedung Bapepam-LK, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (11/3/2010).

MPPA baru saja selesai memenuhi panggilan Bapepam-LK. MPPA telah memberikan penjelasan detil mengenai rencana penjualan 90,76% saham LPPF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah menjelaskan kepada Bapepam mengenai rencana ini sebagaimana yang telah disampaikan dalam paparan publik. Kami yakinkan Bapepam bahwa seluruh penggunaan dana sesuai dengan rencana," jelas Benjamin.

Menurut Benjamin, perseroan telah mengantongi izin menggelar RUPS Luar Biasa untuk meminta persetujuan pemegang saham atas rencana penjualan aset emas perseroan, LPPF. Namun, Bapepam meminta MPPA memberikan keterbukaan informasi yang memadai kepada publik agar menghindari simpang siur informasi.

"RUPS akan segera dilakukan setelah keterbukaan informasi. Kita maunya bulan ini," ujarnya.

Semula, MPPA berencana menggelar RUPS Luar Biasa pada 4 Maret 2010. Namun rencana itu ditunda lantaran Bapepam meminta perseroan menggelar paparan publik yang akhirnya dilaksanakan pada 5 Maret 2010.

Sementara mengenai korelasi antara kunjungan bos grup Lippo (induk usaha MPPA) James Riady ke Bapepam-Lk dengan dikeluarkannya izin RUPS Luar Biasa, Benjamin mengaku tidak tahu menahu soal itu.

Sebagai catatan, James kemarin menyambangi Bapepam guna menemui Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany. Namun rencana tersebut tidak terlaksana lantaran Fuad sedang tidak ditempat.

Menurut Benjamin, persetujuan menggelar RUPS Luar Biasa sama sekali tidak terkait dengan kedatangan James ke Bapepam-LK. "Pak Riady tidak ada urusannya dengan kami. Saya juga tidak ada laporannya. Mungkin untuk urusan pribadi saja," ujar Benjamin.

MPPA berencana menjual 2.648.220.000 (90,76%) saham LPPF kepada Meadows Asia Capital (MAC) pada harga Rp 2.705,33 per saham. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 7,164 triliun.

Mekanisme pembayaran akan dilakukan dalam 3 cara, pertama tunai sebesar Rp 5,3 triliun, kedua piutang sebesar Rp 1 triliun dan ketiga penyertaan saham MPPA di MAC sebesar 20% saham dengan opsi beli melalui waran sebesar 7,5%.

Jika transaksi ini teralisasi, MPPA masih akan memiliki 20% saham di LPPF secara tidak langsung melalui MAC. Sisanya sebesar 80% saham MAC akan menjadi milik CVC Partners.

 

 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads