"Sudah ada mitra baru untuk melakukan tawaran join, baru satu asal China," kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar saat ditemui di kantornya, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Ia menjelaskan, mitra strategis yang selama ini telah melakukan kerja sama dengan PTBA dianggap tidak ada kemajuan berarti. Sampai hari ini, kementerian BUMN belum menerima laporan bahwa pembangunan rel sudah berjalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, kementerian menginginkan agar pembangunan rel di Muara Enim bisa segara terlaksana, mengingat kontribusi terhadap produksi perseroan bisa naik dua kali lipat. "Potensinya sangat besar dari 10 juta ton saat ini, bisa 20 juta ton," ucapnya.
Namun potensi ini, tergantung biaya angkut dan hasil pembangunan nantinya. Tapi yang perlu dicatat, jika pembangunan segera terlaksana, tentu akan membawa multipllier effect yang besar. "Jika jadi, kan ada gerbong yang akan dibuat," paparnya.
Sebelumnya, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bernama PT Bukit Asam Trans Railway hasil joint venture dengan Transpacific Railway, dan China Railway Engineering.
Perseroan sudah mendapat dana untuk proyek tersebut dari kerjasama peminjaman sebanyak US$ 1,3 miliar dengan China Exim Bank. Proses pembangunan rel kereta api ini diperkirakan selesai dalam tiga tahun. Dalam waktu 1 tahun, PTBA akan berkonsentrasi menyelesaikan pembebasan lahan dan dilanjutkan proses pembangunan.
(wep/ang)











































