Demikian disampaikan Direktur BYAN Chin Wai Fong saat ditemui usai RUPS di WTC Tower Jalan Sudirman Jakarta,
"Sudah disetujui dalam rangka penjaminan aset. Yang setuju 99,9%," ujar Wai Fong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini untuk ekspansi dalam bentuk akuisisi tambang di Kalimantan. Namun ini hanya salah satu opsi, diantara opsi lain. Kita masih harus RUPS lagi," katanya.
Menurut Corporate Secretary BYAN Jenny Quantero, perseroan hanya akan mengambil alih tambang yang highrank. Mengingat, aksi ini demi meningkatkan jumlah kapasitas produksi perseroan.
"Cari dana bisa dapat bentuk pinjaman atau pasar modal. Kita kan punya blanket. Kebutuhan kita 50% dari nilai aset. Ini untuk antisipasi saja," papar Jenny.
Pada tahun ini produksi Bayan mencapai 10 juta ton, atau naik 0,5 juta ton dari capaian tahun 2009 yang mencapai 9,5 juta ton. Diharapkan, jumlah ini akan terus meningkat dalam beberapa waktu ke depan.
Lanjutnya, "ada opsi untuk refinancing kita yang saat ini berjumlah US$ 200 juta, dari awal hutang kita US$ 300 juta. Jatuh temponya sendiri baru 3 tahun lagi, dengan pembayaran pokok bunga tiap enam bulan sekali," ucap Jenny.
Β
Β
(wep/dro)











































