"Telah terjadi penurunan harga dan peningkatan aktivitas transaksi saham CLPI yang di luar kebiasaan dibanding periode sebelumnya," ujar Direktur Utama BEI, Ito Warsito dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (19/3/2010).
BEI kini tengah meminta penjelasan dari manajemen CLPI terkait adanya penurunan harga saham signifikan selama 5 hari perdagangan berturut-turut tersebut. BEI meminta investor memperhatikan perkembangan dari manajemen sebelum memutuskan langkah investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun pada perdagangan 12 Maret 2010, secara mendadak harga saham CLPI anjlok tajam 24,55% hingga menyentuh batas bawah auto rejection ke level Rp 1.260. Hal yang sama terjadi pada perdagangan dua hari berikutnya, saham CLPI terkena batas bawah auto rejection selama 3 hari berturut-turut.
Rupanya, penurunan terus terjadi pada perdagangan kemarin yang ditutup di level Rp 600. Hari ini pun tak beda, harga saham CLPI hingga berita ini ditulis bertengger di level Rp 465.
Itu berarti, sejak 11 Maret 2010, telah terjadi penurunan harga saham CLPI sebesar Rp 795 (72,15%) ke level Rp 465 per saham. Dengan jumlah saham perseroan sebanyak 306,338 juta saham, kapitalisasi pasar CLPI pada 11 Maret 2010 masih sebesar Rp 511,585 miliar.
Dengan harga saat ini sebesar Rp 465 per saham, kapitalisasi pasar CLPI merosot tajam menjadi Rp 142,447 miliar. Hingga saat ini belum diketahui alasan terjadinya aksi jual masif pada saham tidur ini.
Â
Â
(dro/qom)











































