Penjelasan Matahari Memadai, Bapepam Restui RUPS Independen

Penjelasan Matahari Memadai, Bapepam Restui RUPS Independen

- detikFinance
Senin, 22 Mar 2010 16:31 WIB
Penjelasan Matahari Memadai, Bapepam Restui RUPS Independen
Jakarta - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) akhirnya memuluskan rencana PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) untuk menggelar RUPS Independen terkait penjualan 90,76% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF). Bapepam menilai penjelasan dari grup Matahari telah memadai.

"Izin RUPS Independen sudah dikasih, mereka mungkin RUPS Jumat pekan ini," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad Rahmany di kantornya, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/3/2010).

Menurut Fuad, grup Matahari telah memberikan penjelasan yang diminta Bapepam-LK soal skema penjualan 90,76% saham LPPF secara detil pada 18 Maret 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semula, MPPA berencana menggelar RUPS Luar Biasa pada 4 Maret 2010. Namun rencana itu ditunda lantaran Bapepam meminta perseroan menggelar paparan publik yang akhirnya dilaksanakan pada 5 Maret 2010.

Usai menggelar paparan publik, Bapepam-LK kembali meminta penjelasan soal detil skema rencana penjualan saham anak usaha MPPA itu. Setelah semua dipenuhi, akhirnya Bapepam-LK memberikan izin RUPS Independen kepada MPPA.

MPPA berencana menjual 2.648.220.000 (90,76%) saham LPPF kepada Meadows Asia Capital (MAC) pada harga Rp 2.705,33 per saham. Total nilai transaksi ini mencapai Rp 7,164 triliun.

Mekanisme pembayaran akan dilakukan dalam 3 cara, pertama tunai sebesar Rp 5,3 triliun, kedua piutang sebesar Rp 1 triliun dan ketiga penyertaan saham MPPA di MAC sebesar 20% saham dengan opsi beli melalui waran sebesar 7,5%.

Jika transaksi ini teralisasi, MPPA masih akan memiliki 20% saham di LPPF secara tidak langsung melalui MAC. Sisanya sebesar 80% saham MAC akan menjadi milik CVC Partners.

Sedangkan dana tunai yang diterima MPPA sebesar Rp 5,3 triliun akan digunakan untuk melunasi sebagian besar utang-utang MPPA mulai dari obligasi rupiah dan dolar AS hingga utang-utang bank senilai Rp 3,4 triliun. Dengan pelunasan seketika ini, MPPA akan mendekati kondisi zero debt (tanpa utang) dan menghemat beban bunga sebesar Rp 400 miliar.

Kemudian sebesar Rp 900 miliar akan digunakan untuk pengembangan bisnis Hypermart. Sisanya sebesar Rp 1 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham dalam bentuk dividen tunai. (dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads