"Sebelum Juni kita akan terbit (Obligasi) Rp 551 miliar. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk akan terbit lagi, karena penyaluran dana dalam bentuk refinancing saja di tahun lalu sebesar Rp 940 miliar. Kita inginnya semuanya pake dana obligasi. Selama ini kan, sebagian masih pakai equity," papar Direktur Keuangan SMF Sutomo saat ditemui di Hotel Atlet Century Kawasan Senayan Jakarta Rabu
(24/3/2010).
Tahun lalu, SMF telah menerbitkan dua kali surat utang obligasi senilai Rp 551 miliar guna mendukung pengaliran dana kepada lembaga penyalur KPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai tahun 2009, kapitalisasi pinjaman yang bersumber dari perbankan dan multi-finance tercatat Rp 37,2 miliar. Ini terdiri dari tiga perbankan, yaitu masing-masing BTN Syariah Rp 200 juta, BNI Syariah Rp 200 juta dan Bank DKI Rp 27 miliar.
Selain itu juga ada lembaga keuangan (multifinance), yaitu Financia Multifinance Rp 5,4 miliar, Bhakti Finance Rp 3,6 miliar, dan Ciptadana Multifinance Rp 800 juta. "Ini akan ada tambahan dari FIAL (First Indonesia America Leasing) tap nilainya belum masuk," ucap Sutomo.
Selain itu, SMF juga menargetkan dapat menyelesaikan penyusunan standar dokumen KPR perbankan syariah (KPR iB) pada tahun 2010. Ini bertujuan agar produk KPR iB dalam dimanfaatkan untuk memperoleh dari dari pasar modal dan terjadi persaingan sehat dengan bank konvensional, yang imbasnya terbentuk harga yang efisien.
"Akhir 2010 diharapkan selesai drafnya beserta dokumen lain termasuk jual beli. Kita kan sudah komitmen dengan BI (Bank Indonesia) bersama empat bank BUMN syariah. Maret ini SOP draf sudah selesai," papar Direktur Utama SMF Erica Soeroto.
Empat bank itu antara lain BNI Syariah, Bank Mandiri Syariah, BRI Syariah, dan BTN Syariah, diharapkan terbentuk suatu mekanisme model pembiayaan yang baru untuk sektor perumahan. Manfaatnya pun akan terasa untuk masyarakat, dengan penawaran harga yang bersaing.
"Selama ini kan Bank Konvensional persaingannya tidak ada, hingga pricing tidak efisien. Kita saat ini sedang membentuk kreatif agar harga murah, dengan terus mendorong bank syariah untuk ikut dalam pembiayaan SMF. Jika sudah banyak pilihan, akan terbentuk kompetisi, maka terjadi efisiensi dan otomaticlly pricing turun," katanya.
Nantinya memang porsi perbankan syariah akan lebih dikedepankan ketimbang konvesional. Pasalnya ide dasar dan konsep pembiayaan, menurut Erica, sudah sama persis dengan misi perseroan.
"Porsi syariah kami menginginkan tidak terbatas. Prinsipnya juga sudah sama denga kita, misalkan pembiayaan perumahan harus memperlihatkan fisiknya terlebih dahulu," tegasnya.
(wep/ang)











































