Wall Street Terpangkas di Sesi Akhir

Wall Street Terpangkas di Sesi Akhir

- detikFinance
Jumat, 26 Mar 2010 07:14 WIB
Wall Street Terpangkas di Sesi Akhir
New York - Saham-saham di bursa Wall Street berakhir flat meski sempat melesat di awal perdagangan. Lesunya lelang surat berharga plus kekhawatiran seputar krisis utang Yunani mendorong terjadinya aksi jual besar di sesi akhir.

Mengawali perdagangan, bursa Wall Street melesat dengan indeks Dow Jones dan S&P kembali menembus titik tertingginya dalam 18 bulan terakhir. Namun gain itu akhirnya terpangkas setelah lelang surat berharga (US Treasury) bertenor 7 tahun.

Pelemahan juga terjadi setelah Gubernur Bank Sentral Eropa Jen-Claude Trichet berbicara seputar krisis utang Yunani yang akan melibatkan IMF untuk penyelesaiannya. Menurut Trichet, pelibatan IMF atau lembaga keuangan lainnya dalam penyelesaian utang kawasan Eropa "Jelas sekali sangat, sangat buruk."

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita kembali melihat penurunan saham-saham karena ancaman meningkatnya imbal hasil surat berharga dan melemahnya euro," ujar Tom Sowanick, kepala chief investment officer Omnivest Group seperti dikutip dari Reuters, Jumat (26/3/2010).

Pada perdagangan Kamis (25/3/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 5,06 poin (0,05%) ke level 10.841,21. Indeks Standard & Poor's 500 melemah tipis 1,99 poin (0,17%) ke level 1.165,73 dan Nasdaq melemah 1,35 poin (0,06%) ke level 2.397,41.

Penguatan harga saham-saham yang terjadi di awal perdagangan dipicu oleh outlook laba yang menggembirakan dari Qualcomm dan Best Buy. Sementara saham Bank of America menguat 1%, Citigroup menguat 2,9% setelah Bloomberg melaporkan Departemen Keuangan AS akan melincurkan rencana penjualan saham-sahamnya di bank.

Perdagangan berjalan cukup semarak dengan transaksi di New York Stock Exchange yang meliputi American Stock Exchange dan Nasdaq mencapai 10 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads