Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Jumat, 26 Mar 2010 09:24 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Pasar ekuitas US kembali mengalami penurunan selama 2 hari setelah timbulnya kekecewaan atas hasil lelang treasusry dan ketidaksetujuan atas para pemimpin Eropa dalam menangani kasus Yunani. Surat hutang untuk jangka waktu 10 tahun mengalami kenaikan tertinggi dari bulan Juni dan dollar yang juga mengalami kenaikan.

Schlumberger Ltd dan ConocoPhillips mengalami penurunan yang tergabung dalam indeks Standard & Poor's 500 setelah dollar mengalami kenaikan yang akhirnya mengahapus gain atas minyak. Monsanto Co. dan DuPont Co. memimpin penurunan untuk perusahaan penghasil bahan mentah.

Citigroup Inc. mengalami kenaikan 2.9% setelah pemerintah merencanakan untuk menjual sahamnya pada perusahaan tersebut, Qualcomm Inc. dan Best Buy Co. mengalami rally kurang lebih 3.6% setelah proyeksi atas penghasilan berada di atas estimasi analis. Indeks Standard & Poor's 500 ( -0.2%) ke 1,165.73. Dow Jones Industrial Average (+0.05%) ke 10,841.21.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Regional Pagi: Saham-saham Jepang menguat untuk hari ketiga seiring pelemahan yen yang mendorong outlook pendapatan sejumlah perusahaan yang tergantung pada permintaan dari luar negeri. Sony Corp., (+2 %) setelah yen turun ke level terendahnya sejak Januari terhadap dollar. Advantest Corp (+1.8%) setelah Qualcomm Inc yang berbasis di AS menaikkan proyeksinya.

Sementara, bursa saham Australia melemah di awal perdagangan, seiring pelemahan pada Wall Street dan sejumlah berita lokal. Macquarie Group Ltd (-0.9%) dan Commonwealth Bank of Australia (-0.6%). Saham BHP Billiton Ltd (-1%), Rio Tinto Ltd (-1.1%) setelah Credit Suisse mengatakan persetujuan regulator terkait rencana joint venture mereka kemungkinan akan ditunda. S&P/ASX 200 (-0.3%) 4,869 Nikkei 225 (+0.6%) 10,898 Kospi (-0.24%) 1,684 STI (-0.12%) 2885

Commodity: Minyak mentah mengalami penurunan dalam 3 hari yang disebabkan oleh naiknya nilai tukar dollar dan melemahnya pasar saham US. Minyak mengalami penurunan pada perdagangan kemarin setalah pasar saham US turun untuk kedua kalinya setelah ketidaksetujuan atas para pemimpin Eropa dalam mengatasi masalah Yunani. WTI Crude (-0.2%) $ 80.4/barrel Gold (-0.1%) USD 1,090/t oz CPO (+0.1%) RM 2,618/MT Nickel (+2.6%) USD 22,825/MT TIn (-0.4%) USD 17,455/MT.

Economic & Industrial News

Economic: Eropa Akhirnya Minta Bantuan IMF Atasi Krisis Utang Yunani

Uni Eropa akhirnya sepakat untuk meminta tolong IMF guna menyelamatkan perekonomian Yunani yang kini sedang dibelit krisis utang. Uni Eropa akhirnya mencapai kesepakatan setelah sebelumnya Prancis menolak keras keterlibatan IMF di Yunani karena dianggap bisa mencoreng kawasan tersebut. Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel berhasil mencapai kesepakatan dari 16 negara anggota Uni Eropa dalam pertemuan pemimpin Uni Eropa untuk membawa IMF memberikan pinjaman bilateral ke Yunani. Perdana Menteri Yunani George Papandreou menyambut baik keputusan tersebut karena bisa membuat kawasan tersebut lebih kuat setelah melalui krisis.

Economic: Waspadai Aliran Uang Panas

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta semua jajaran kementerian mewaspadai derasnya laju investasi ke dalam negeri. Aliran dana ini mudah ditarik keluar dari Indonesia sehingga dikhawatirkan akan menyebabkan guncangan ekonomi dan keuangan. Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, arus modal dalam bentuk hot money itu sangat rentan untuk ditarik kembali akibat dari isu-isu tertentu dan dapat membuat guncangan-guncangan lain dalam perekonomian dan keuangan kita. Sri Mulyani mengatakan bahwa derasnya arus modal itu harus dimanfaatkan untuk sektor yang produktif dan permanen yang bersifat jangka panjang. Pemerintah juga menjamin tidak akan mengurangi tingkat kewaspadaan terhadap masuknya aliran modal dari luar negeri agar tepat sasaran pada sektor yang produktif.

Agri: Ekspor Kakao Bakal Kena Bea Keluar 10%

Pengapalan biji kakao untuk bulan depan diperkirakan dikenai tarif bea keluar sebesar 10%, menyusul penguatan harga rata-ratat komoditas tersebut di pasar dunia yang mencapai US$2.900 per ton. Berdasarkan peraturan Menteri Keuangan No.67/PMK.011/2010 tentang Penetapan Barang Ekspor yang dikenankan Bea Keluar dan Tarif Bea Keluar, disebutkan biji kakao dikenai bea keluar mulai April.

Energy: Memorandum Komisaris Bikin Pertamina Rugi US$ 1,5 Juta

Memorandum Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) mengenai perubahan aturan impor minyak , bisa menyebabkan Pertamina mengalami kerugian US$ 1,5 juta khususnya untuk pengadaan bulan Maret 2010. Romahurmuziy menuturkan memorandum Komisaris Pertamina itu membatasi peserta tender pengadaan impor minyak Pertamina. Padahal sebelumnya ada sekitar 32 perusahaan yang bisa melakukan tender pengadaan minyak Pertamina baik trader, major oil company (MOC), maupun national oil company (NOC) ikut tender dengan mengacu pada harga termurah.

Corporate news

BNGA: CIMB Niaga Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun

PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan menerbitkan surat berharga atau obligasi senilai Rp 3 triliun. Rencananya, obligasi itu akan diterbitkan pada semester ke dua. Hal tersebut sudah di laporkan ke Bapepam,ungkap Presiden Direktur CIMB Niaga. Sebelumnya, perseroan berencana mengeluarkan obligasi global sebanyak US$300 juta. Ia menuturkan, pertimbangan menerbitkan obligasi rupiah karena faktor bunga.

BBNI: Dapat Tambahan Pemulihan Aset Rp150 miliar

PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk mendapatkan tambahan dana dari hasil recovery asset pada awal tahun ini sebesar Rp150 miliar, di antaranya dari pengembalian dana penempatannya di Indover Rp120 miliar dan sisanya Rp30 miliar dari peningkatan kembali surat berharga yang dimiliki perseroan. Direktur Treasury dan International BNI Bien Subiantoro mengatakan pada bulan ini perseroan menerima pengembalian dana dari recovery aset Indover senilai 10,1 juta euro atau sekitar Rp120 miliar setelah proses lelang aset anak usaha Bank Indonesia itu diselesaikan.

PTBA: Teken Kontrak US$4,8 Miliar

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) melalui anak usahanya, PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), telah meneken kontrak desain, pengadaan barang, dan konstruksi (EPC) dan kontraktor perawatan dan operasional dengan China Railway Group Limited (CRGL) untuk pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batubara senilai total US$4,8 miliar atau sekitar Rp43,6 triliun.

GZCO: Raih Pinjaman Rp75 Miliar

PT Gozco Plantations Tbk mendapatkan pinjaman sebesar Rp75 miliar dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk untuk membiayai belanja modal tahun ini senilai total Rp300 miliar. Presdir Gozco Tjandra M. Gozali menuturkan sebagian dana belanja modal akan digunakan untuk membangun pabrik pengolahan CPO senilai Rp135 miliar serta pelabuhan sebesar Rp25 miliar. Perseroan selama 2009 membukukan laba bersih selama 2009 sebesar Rp204 miliar, atau naik 270,77% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp54,75 miliar. Tjandra Gozali menuturkan melonjaknya pendapatan itu salah satunya disumbang oleh PT Palmia Sejahtera yang diakuisisi tahun lalu. Perusahaan yang diakuisisi tersebut berkontribusi sebesar Rp50 miliar terhadap laba bersih.

TKLM: Berniat Akuisisi Perusahaan Tower

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) tengah mengkaji rencana mengakuisisi perusahaan menara telekomunikasi. Akuisisi ini bertujuan memperkuat bisnis anak usahanya, PT Mitratel. Komisaris Utama TLKM Tanri Abeng mengungkapkan proses akusisi ini bisa dilakukan dari anak usaha, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) atau milik perusahaan lain.

BTEL: Terbitkan Obligasi US$ 250 Juta di 1H10

PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) kian mematangkan rencana penerbitan obligasi berdenominasi dolar AS hingga senilai US$ 250 juta pada 1H10. Perusahaan telah menunjuk tiga penasihat keuangan, yaitu Merril Lynch, Morgan Stanley, dan Credit Suisse.

ELSA: Elnusa Digugat Soal Peralatan Bor Minyak

Sewa menyewa alat pengeboran minyak antara PT Saptawell Technicatama dan PT Elnusa Tbk akhirnya berujung ke pengadilan, setelah kedua pihak tidak berhasil menyelesaikan perselisihan mereka. Menurut pihak PT Saptawell, alat pengeboran yang disewa oleh PT Elnusa tersebut telah rusak karena tidak sesuai lagi dengan kondisi semula. PT Saptawell menginginkan PT Elnusa untuk mengembalikan alat pengeboran pada kondisi semula yaitu pada tekanan 15.000 Psi.

BBCA: Kredit Korporasi Diproyeksikan Rp50 Triliun

Kredit korporasi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) diproyeksikan mencapai Rp50 triliun akhir tahun ini atau tumbuh 4,8% dari 2009. Pada pertengahan 2Q10, BCA menandatangani sekitar enam perjanjian kredit korporasi di bidang konstruksi, minyak, dan gas serta makanan dan minuman. Total nilai kredit mencapai Rp3-4 triliun.

BHIT: Bhakti Investama Rights Issue 3 Miliar Saham

PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berencana menggelar rights issue tanpa HMETD. Menurut direksi perseroan, penambahan modal tanpa HMETD itu dilakukan sebanyak-banyaknya 3.216.414.909 (3,22 miliar) saham, dengan nilai nominal Rp 100 atau 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh setelah penambahan modal tanpa HMETD. Dana hasil rights issue tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan keuangan perseroan dalam rangka mendukung ekspansi usaha.

TFCO: Konversi Utang Jadi Saham

PT Teijin Indonesia Fiber Tbk (TFCO) mengonversi utang Rp929,76 miliar menjadi 1,86 miliar saham baru dengan harga Rp500 per saham. Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia sore ini disebutkan setelah peningkatan modal itu, modal dasar Teijin bertambah menjadi Rp2,41 triliun yang terbagi atas 4,82 miliar saham dengan nilai nominal Rp500 per saham. Setelah konversi utang tersebut, Teijin Limited memiliki 4,76 miliar saham senilai Rp2,38 triliun. Toyota Tsusho Corporation memiliki 30,60 juta saham senilai Rp15,30 miliar, dan publik memiliki 30,28 juta atau senilai Rp15,14 miliar.

SUGI: Akusisi 100% Storey's Gate

PT Sugi Samapersada Tbk (SUGI) mengakusisi 100% saham Storey's Gate Limited senilai US$1,2 juta dari Arelia Worldwide Limited. Akusisi tersebut telah disetujui dalam rapat pemegang saham (RUPS) perseroan. Storey's Gate memiliki 37,5% saham di Elnusa Tristar Ramba Limited (ETRL) yang memproduksi 4 ribu barel minyak.

Rumor

Saham PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI) bakal dikerek bandar terkait adanya kabar perusahaan BUMN berminat kerja sama dengan perseroan, dalam pengadaan kertas untuk menopang produksi perusahaan pelat merah tersebut. Investor dan institusi asing juga siap menyuntikan dana ke Kertas Basuki guna memuluskan rencana ekspansi bisnis perseroan.

Satu sumber mengingatkan pemodal agar mencermati pergerakan saham PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) karena sahamnya berpotensi menguat hingga ke level Rp1.000. Perusahaan memiliki dua aksi korporasi, yakni berhasil mengonversi obligasi lama menjadi obligasi baru dan akan menjual Polychem Indonesia Tbk (ADMG) karena berkonsentrasi membesarkan perusahaan.

Earning Watch

  • UNVR: Laba Bersih Tumbuh 26%
  • HMSP: Laba Bersih Naik 31% pada 2009
  • BAEK: Cetak Kenaikan Laba Bersih Sebesar 26,7%

Technical Picks

  • TLKM (8300) –Trading Buy
  • BDMN (5500) – Spec Buy
  • UNTR (18900) – Trading Buy
  • INDF (3900) – Spec Buy.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads