Menurut Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno, saat ini para penjamin emisi atau underwriter yang sudah dipilih oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telekomunikasi itu sedang menghitung besaran kupon serta nilai obligasi tersebut.
"Ya maksimum mungkin Rp 3 triliun lah. Sekarang underwriter lagi jalan," katanya usai Raker Kedeputian PISET BUMN di kantor pusat PLN, Jakarta, Sabtu (27/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menargetkan obligasi rupiah itu bisa meluncur di bulan Juni 2010. Telkom akan memakai dana hasil penerbitan obligasi untuk memenuhi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebanyak US$ 2 miliar tahun 2010 ini.
Setelah obligasi Telkom terbit, menyusul obligasi anak usahanya, PT Telkomsel sebesar Rp 2 triliun berdenominasi Dolar Amerika Serikat.
(ang/qom)











































