Rencananya pinjaman itu akan dipakai mendanai proyek pengembangan pabrik Chemical Grade Alumina di Tayan, Kalimantan Barat dan PLTU Pomala di Sulawesi Tenggara.
"Jadi total US$ 325 juta, dimana US$ 250 juta untuk proyek Tayan dan sisanya sebesar US$ 75 juta untuk PLTU," ungkap Direktur Utama ANTM, Alwin Syah Loebissai usai Raker Kedeputian PISET BUMN di kantor pusat PLN, Jakarta, Sabtu (27/3/2010).
Alwin menyatakan, total kebutuhan dana untuk proyek pengembangan pabrik Chemical Grade Alumina di Tayan tersebut sebenarnya sekitar US$ 300-400 juta, dimana 35 persennya berasal dari dana internal perseroan dan 65 persennya menggunakan pinjaman. Sementara untuk nilai proyek pembangunan PLTU Pomala sekitar US$ 300 juta, dimana sekitar US$ 75 juta berasal dari pinjaman.
"Mudah-mudahan financing -nya sudah selesai tahun ini juga," kata Alwin.
Alwin mengatakan, jika proses pendanaan untuk proyek Tayan sudah selesai pada tahun ini, maka pada awal tahun depan proyek ini diharapkan sudah bisa memasuki tahap kontruksi. Masa kontruksi sendiri diperkirakan akan memakan waktu sekitar 28-30 bulan.
Saat ini perseroan tengah membuka tender Engineering, Procurement, Construction (EPC) untuk menunjuk kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut.
"Penawaran sudah masuk tapi belum diumumkan pemenangnya. Akhir Maret
selesai, dan awal April hasilnya akan diumumkan," tandasnya
(epi/epi)











































