Krisis Yunani Temui Titik Terang, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008

Krisis Yunani Temui Titik Terang, Rupiah Terkuat Sejak Agustus 2008

- detikFinance
Senin, 29 Mar 2010 17:45 WIB
Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak menguat ke titik tertingginya sejak Agustus 2008. Salah satu pemicunya adalah penyelesaian masalah krisis utang Yunani yang diharapkan membuat appetite investor meningkat.

"Rupiah hari ini menguat sampai mendekati 9.075 per dolar AS," ujar Deputi Gubernur BI, Hartadi A. Sarwono kepada detikFinance, Senin (29/3/2010).

Pada perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah tercatat menguat tajam ke level 9.085 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.125 per dolar AS. Ini adalah level tertinggi rupiah sejak Agustus 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hartadi, rupiah mendapatkan sentimen positif dari penyelesaian utang Yunani. Seperti diketahui, negara-negara Eropa sudah setuju meminta pertolongan IMF untuk mengatasi krisis utang Yunani. Keputusan itu mengakhiri ketidakpastian yang selama ini menyelimuti krisis Yunani.

Selain itu, lanjut Hartadi, rupiah juga mendapatkan sentimen positif dari membaiknya indikator ekonomi AS yang menambah optimisme pemulihan ekonomi global.

"Negara-negara di Asia termasuk Indonesia akan membaik prospek ekonominya didorong oleh membaiknya ekspor. Ini yang membuat investor apetite meningkat sehingga memperkuat rupiah," pungkas Hartadi.

Dolar AS tercatat melemah atas mayoritas mata uang Asia pada hari ini. Dolar AS melemah atas dolar Singapura di 1,4020, baht Thailand ke  32,46, dolar Taiwan 31,79, won Korsel ke 1.137,28. Demikian pula euro yang menguat ke 1,3434 dolar.

Para pialang mulai memburu euro menyusul kesepakatan seputar penyelesaian krisis Yunani pada pekan lalu.

"Ini tidak berarti akhir dari krisis karena ada negara Uni Eropa lain yang memiliki masalah serupa yakni Portugal. Namun para pemain sepertinya memonitor isu ini dengan tenang, paling tidak untuk sekarang," ujar Tomohiro Nishida, pialang dari Chuo Mitsui Trust Bank seperti dikutip dari AFP.

(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads