Demikian disampaikan dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (30/3/2010).
Hingga akhir 2009, GDYR mencetak penjualan sebesar Rp 1,292 triliun, naik 3,85% dari tahun 2008 sebesar Rp 1,244 triliun. Harga pokok penjualan menurun 4,26% menjadi Rp 1,100 triliun dari sebelumnya Rp 1,149 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, laba usaha semakin tumbuh signifikan sebesar 195,21% menjadi Rp 128,117 miliar dari sebelumnya Rp 43,398 miliar. Perseroan juga berhasil meraih keuntungan kurs sebesar Rp 55,548 miliar. Tahun lalu, perseroan menderita rugi kurs sebesar Rp 34,312 miliar.
Perolehan ini membuat GDYR berhasil meraih laba bersih sebesar Rp 121,085 miliar, melesat 14.811,94% dibanding tahun 2008 sebesar Rp 812 juta. Laba per saham pun meningkat menjadi Rp 2.953 dibanding sebelumnya Rp 20.
Harga saham GDYR saat ini sebesar Rp 12.500. Itu berarti rasio harga saham terhadap laba per saham saat ini sebesar 4,23 kali, sangat murah bila dibandingkan posisi sebelumnya 26,2 kali.
Â
Â
(dro/qom)











































