Menurut Presiden Direktur PT BW Plantation Tbk Abdul Halim Ashari, seluruh pemegang saham telah menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 5 per lembar, dengan target penyelesaian pada Mei 2010. Dengan akumulasi lembar saham yang beredar, dibandingkan raihan laba bersih sebesar Rp 167,5 miliar, maka total nilai dividen yang siapkan perseroan mencapai Rp 20 miliar.
"Kami akan membagikan dividen tunai fisik kepada pemegang saham, di mana masing-masing akan menerima Rp 5 per saham secara proporsional," ujar Ashari saat ditemui usai RUPST di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, Selasa (30/3/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rapat perseroan juga melaporkan realisasi penggunaan dana IPO, sampai akhir tahun 2009 sebesar Rp 153,7 miliar. Sehingga total dana yang telah digunakan hasil penggalangan IPO mencapai Rp311,1 miliar.
"Sisa dana sekitar 90% akan digunakan untuk penanaman di lahan yang perseroan miliki, yang mencapai 96 ribu ha. Sedangkan 10% untuk modal kerja perseroan," ucapnya.
Sementara itu, untuk tahun 2010 perseroan berencana membangun pabrik kelapa sawit baru dengan kapasitas produksi 45 ton per jam. Investasinya diperkirakan sebesar US$ 9 juta, yang diambil dana hasil IPO BWPT tahun lalu.
"Kita akan bangun di Waringin Timur, Kalimantan Barat. Pembangunan mulai kuartal III ini, dan akan selesai di 2011. Ini untuk meningkatkan utilisasi pabrik perseroan, menjadi 75-80%. Angka ini sudah maksimal untuk pabrik sawit," tuturnya.
Pabrik baru tersebut, tegas Kelik, memiliki kapasitas 45 ton per jam. Pabrik ini akan mendukung raihan TBS pada kebun perseroan, yang mencapai 91 ribu ton. Selama tahun 2009, produksi TBS perseroan meningkat 15% dibanding raihan tahun sebelumnya.
(wep/dnl)











































