BRI Terbitkan Subdebt Rp 2 Triliun di Medio 2010

BRI Terbitkan Subdebt Rp 2 Triliun di Medio 2010

- detikFinance
Selasa, 30 Mar 2010 19:32 WIB
Jakarta - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan segera menerbitkan obligasi subordinasi (subdebt) sebanyak-banyaknya Rp 2 triliun pada triwulan II atau III-2010. Tujuan penerbitan surat utang ini sebagai penyeimbang rasio kecukupan modal (CAR), dan tetap terjaga di level 12%.

"Ada kemungkinan untuk terbitkan kembali subdebt, tapi masih kajian. Masih tergantung kondisi di triwulan I dan II. Kemungkinan terbit di triwulan II atau III tahun ini," papar Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Sofyan Basyir saat menggelar paparan publik tahunan di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (30/3/2010).

Menurut Direktur Keuangan BBRI, Sudaryanto Sudargo, tujuan penerbitan subdebt ini adalah sebagai pencadangan untuk memperkuat modal perseroan. Sampai akhir 2009, perseroan membubukan CAR di level 13,20%. Ke depannya, rasio kecukupan modal ini akan dijaga di level 12%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Subdebt bisa Rp 2 triliun untuk menjaga level CAR di angka 12%," tuturnya.

Sementara untuk rasio kredit bermasalah (NPL) akan dijaga di bawah 5%, dengan level LDR berada di angka 85%. Cost of fund juga diinginkan tetap di level 5%, dengan NIM (Net Interest Margin) berkisar di 8,5-9,5%.

Untuk pertumbuhan kredit perseroan, BRI membidik kenaikan 20-25% dengan total raihan kredit mencapai Rp 205,5 triliun pada tahun 2009, maka total kredit perseroan sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai Rp 256 triliun.

BRI Turunkan Bunga Kredit Hingga 1%

Setelah beberapa kali menurunkan bunga kredit sepanjang 2009, khususnya pada sektor konsumer, BRI menargetkan dapat kembali turunkan bunga kredit mencapai 1% di tahun 2010. Ini didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia yang semakin membaik, hingga rasio suku bunga kredit bisa diturunkan.

"Turun 1% itu tidak langsung ya. Secara perlahan-lahan sepanjang 2010. Kita kan sudah turunkan sebanyak 4 kali tahun lalu. Terakhir Februari kemarin sebesar 0,5 bps. Ini prediksi kita ya," jelasnya.

Lanjutnya, "Kita juga akan terus pantau perkembangan ekonomi. Kalau kondisi tidak memungkinkan ya kita tahan dulu," tuturnya.

Sebelumnya, Dirut BRI Sofyan Basyir menyatakan telah menurunkan suku bunganya sebesar 200 bps atau 2% sejak pertengahan tahun lalu.

"Suku bunga kredit sudah jauh turun, khususnya di bank-bank BUMN dan kami sendiri saja sudah turun sampai 200 bps. Mau turun sampai berapa lagi?," ujar Sofyan akhir pekan lalu.

Ia mengatakan, semua kalangan yang mendesak untuk menurunkan suku bunga kredit harus jelas dan spesifik karena suku bunga kredit di masing-masing bank berbeda-beda dan tergantung dari jenis kreditnya.

"Jadi harus spesifik dulu, yang turun itu suku bunga kredit yang mana, UMKM? Korporasi? atau yang mana. Bank Indonesia sudah pasti mencatat suku bunga kredit di masing-masing bank dan menurut saya bank-bank BUMN sudah turun semua jadi mungkin saja itu bank swasta," sigap Sofyan.

Ia menambahkan kalangan pengusaha sejauh ini tidak ada yang mengeluhkan mengenai suku bunga yang ditetapkan oleh BRI. "Soal suku bunga kredit BRI, pengusaha sendiri tidak ada komplain kepada kami jadi dicek dulu bank mana dan mungkin saja itu isu," tegasnya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads