IHSG Sempat Tembus Level Tertinggi Dalam Sejarah

IHSG Sempat Tembus Level Tertinggi Dalam Sejarah

- detikFinance
Kamis, 01 Apr 2010 12:08 WIB
IHSG Sempat Tembus Level Tertinggi Dalam Sejarah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup naik 49 poin setelah sempat menembus level tertingginya dalam sejarah. Kenaikan tajam hari ini menjadi yang tertinggi di kawasan Asia.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.777,704 dan langsung tajam lebih dari 20 poin hingga menembus level 2.800. Rupanya, penguatan IHSG tak surut dan semakin menguat hingga berhasil menembus level tertinggi IHSG dalam sejarah.

Posisi tertinggi IHSG dalam sejarah pasar modal Indonesia terjadi pada 9 Januari 2008 di level 2.830,263. Selama dua tahun, rekor tersebut belum terkalahkan hingga akhirnya berhasil ditembus pada perdagangan hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG bergerak dalam rentang 2.777,704 di titik terendah hingga level 2.832,160 di titik tertinggi, menembus level tertingginya di level 2.830,263. Meski akhirnya gagal ditutup di atas level tersebut, namun masih terbuka peluang IHSG lanjutkan penguatan di sesi II nanti.

Rekor baru IHSG itu berhasil ditembus seiring dengan penguatan saham-saham unggulan berkapitalisasi besar. Penguatan saham Astra International (ASII) yang mencapai 7% lebih diikuti dengan kenaikan saham-saham raksasa lainnya berhasil membuat IHSG menembus level tertingginya dalam sejarah.

Hampir seluruh saham-saham unggulan mengalami penguatan pada perdagangan sesi I hari ini seperti Indo Tambang (ITMG), Bukit Asam (PTBA), Lonsum (LSIP), BRI (BBRI), Semen Gresik (SMGR), Astra Agro (AALI) dan sebagainya.

Indeks-indeks sektoral semuanya berada di zona hijau dipimpin oleh duet indeks saham sektor perkebunan dan pertambangan, kemudian sektor aneka industri serta sektor infrastruktur dan perbankan.

Saham-saham unggulan yang terjebak di zona negatif antara lain saham Bank Mandiri (BMRI), Unilever (UNVR), Inco (INCO) Timah (TINS) Medco (MEDC) diikuti dengan saham-saham lapis dua seperti AKR Corporindo (AKRA), Lautan Luas (LTLS) dan sebagainya.

Pada perdagangan Kamis (1/4/2010) sesi I, IHSG ditutup menguat tajam 49,126 poin (1,76%) ke level 2.826,427. Indeks LQ 45 juga menguat 10,314 poin (1,91%) ke level 550,115.

Jika digabungkan dengan transaksi jual asing di pasar negosiasi memang terlihat terjadi net sell. Namun aktivitas investor asing di pasar reguler didominasi aksi beli dengan nilai beli bersih (foreign net buy) di pasar reguler hampir sebesar Rp 500 miliar.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tajam:
  • Indeks Shanghai naik 30,06 poin (0,97%) ke level 3.139,16.
  • Indeks Hang Seng naik 200,36 poin (0,94%) ke level 21.439,71.
  • Indeks Nikkei-225 naik 119,00 poin (1,07%) ke level 11.211,01.
  • Indeks Straits Times naik 34,21 poin (1,18%) ke level 2.921,67.
  • Indeks KOSPI naik 18,63 poin (1,11%) ke level 1.711,60.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 61.817 kali pada volume 5,129 miliar lembar saham senilai Rp 11,050 triliun. Sebanyak 116 saham naik, 71 saham turun dan 67 saham stagnan.

Pembengkakan nilai transaksi disebabkan adanya transaksi penjualan 98% saham PT Matahari Dept Store Tbk (LPPF) milik PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) dan Pacific Asia Holding.

Saham-saham paling aktif naik harganya antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.600 ke Rp 44.500, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 39.000, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 ke Rp 18.000, Lonsum (LSIP) naik Rp 500 ke Rp 10.300, BRI (BBRI) naik Rp 450 ke Rp 8.700, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 7.700, astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 24.900.

Sedangkan saham-saham yang aktif turun harganya antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.250, Timah (TINS) turun Rp 50 ke Rp 2.325, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 50 ke Rp 13.900, Unilever (UNVR) turun Rp 50 ke Rp 12.100, Inco (INCO) turun Rp 50 ke Rp 4.675. (dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads