Data pemerintah AS sebelumnya menyebutkan terjadinya tambahan tenaga kerja yang paling bear dalam tiga tahun terakhir. Laporan lain menunjukkan sektor jasa, yang merupakan bagian terbesar dari perekonomian AS, tumbuh di atas ekspektasi analis selama Maret. Demikian pula angka penjualan rumah meningkat melebihi ekspektasi selama Februari.
"Datanya cukup menggembirakan. Ini semacam mengkonfirmasi apa yang dipikirkan investor saham sekian lama. Perekonomian mengalami letupan. Pertama, pembangunan kembali cadangan, dan sekarang konsumen kembali mendapatkan kepercayaan," ujar Steve Goldman, analis dari Weeden & Co, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (6/4/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks Dow Jones dan S&P ditutup di titik tertingginya dalam 18 bulan, sementara Nasdaq ditutup di titik tertingginya dalam 19 bulan terakhir.
Saham-saham energi menguat dengan harapan pemulihan ekonomi akan mendorong lagi permintaan. Harga minyak melesat ke US$ 86 per barel, sekaligus mengangkat saham-saham sektor energi. Saham Exxon Mobil Corp naik hingga 1%, Chevron Corp naik 1,3%.
Di New York Mercantile Exchange, minyak light sweet pengiriman Mei tercatat naik 1,75 dolar (2,06%) ke level US$ 86,62 per barel, tertinggi sejak 8 Oktober 2008.
Namun perdagangan sangat tipis, sehingga perdagangan awal pekan ini tercatat sebagai yang paling lambat sepanjang 2010. Para pialang mengatakan, naiknya imbal hasil obligasi dan melonjaknya harga minyak mentah dunia memberikan tiupan pasar ke arah yang berlawanan.
Imbal hasil surat berharga AS berjangka 10 tahun menyentuh 4%, atau tertinggi sejak Juni 2009 ketika menembus angka 4,01%.
Transaksi di New York Stock Exchange yang meliputi American Stock Exchange dan Nasdaq mencapai 7,04 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































