Regional Pagi: Mayoritas bursa saham Asia menguat seiring spekulasi investor bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan AS di level rendah. Rio Tinto Group, (+0.7%) di Sydney setelah menguatnya harga minyak dan logam. Sumitomo Corp (+0.8%) di Tokyo. China Construction Bank Corp. akan bergerak aktif di Hong Kong setelah adanya kabar yang mengatakan rencana perusahaan untuk melakukan penjualan saham guna memperkuat permodalan. S&P/ASX 200 (+0.2%) 4,965 Nikkei 225 (+0.2%) 11,305 Kospi (-0.14%) 1,723 STI (+0.2%) 2981.
Commodity: Harga minyak diperdagangkan mendekati level $$87 per bare, untuk pertama kalinya sejak Oktober 2008 dipicu oleh keyakinan bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan berakselerasi dan membawa permintaan bahan bakar negara pengkonsumsi energi terbesar didunia ke level yang lebih tinggi lagi. Harga minyak mentah untuk peniriman bulan Mei diperdagangkan dilevel $86.7 per barel. WTI Crude (-0.2%) $ 86.7/barrel Gold (+0.0%) USD 1,134/t oz CPO (+0.4%) RM 2,580/MT Nickel (-0.8%) USD 24,850/MT Tin (-0.2%) USD 18,415/MT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
General: Aceh diguncang gempa 7,2 SR
Gempa berkekuatan 7,2 pada Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Banda Aceh sekitar pukul 05.15 WIB hari ini. Goyangan gempa dengan episentrum berada sekitar 75 km tenggara Sinabang itu membuat warga Banda Aceh panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa saat setelah terjadinya gempa tersebut, aliran listrik padam di kota Banda Aceh padam tetapi belum ada laporan tentang kerusakan gedung maupun korban jiwa akibat guncangan gempa tersebut.
Economic: Lelang 4 SUN, Pemerintah Raih Rp 5 Triliun
Pemerintah menarik Rp 5 triliun dana dari hasil lelang empat seri surat utang negara yang dilakukan Selasa, 6 April 2010. Angka ini tidak sampai 50% dari penawaran yang masuk sebesar Rp 21,76 triliun. Lelang yang dilakukan lewat sistem lelang Bank Indonesia kali ini meliputi Surat Utang Negara Seri SPN20110407, seri FR0028 (reopening), seri FR0031 (reopening), dan FR0042 (reopening). Jumlah penawar yang masuk untuk SPN20110407 sebesar Rp9,29 triliun dengan imbal hasil (yield) terendah yang masuk adalah 6,8 persen dengan yield tertinggi 7,03%.
Banking: BI Rate tetap di level 6,5 persen
Rapat Dewan Gubernur BI kemarin (6/4), memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI rate pada tingkat 6,5%. Menurut Pejabat Sementara Gubernur BI Darmin Nasution, hasil evaluasi atas kinerja perekonomian selama triwulan I-2010 dan prospek ekonomi ke depan menunjukan bahwa BI rate pada level 6,5% masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2010 dan 2011 sebesar 5 plus minus 1%.
Economic: Kredit Mulai Mengalir
Seiring dengan semakin rendahnya suku bunga kredit dan meningkatnya keyakinan dari para pelaku usaha, pertumbuhan kredit pada Maret 2010 makin terakselerasi. Bank Indonesia optimis pertumbuhan kredit pada tahun ini akan mencapai 20%. Pada tahun 2009, penyaluran kredit mencatat kinerja terburuk dalam dekade terakhir dengan pertumbuhan tahunan hanya mencapai 9%. Kondisi ini merupakan imbas dari memburuknya perekonomian akibat krisis keuangan global pada akhir 2008.
Posisi kredit pada akhir Maret 2010 mencapai Rp 1.448 triliun atau tumbuh 11% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari makin rendahnya suku bunga kredit, yang berada di level 10,56- 12,48% pada akhir Maret 2010. Rendahnya suku bunga kredit membuat pelaku usaha dan masyarakat mulai kembali mengajukan kredit.
Economic: Ekonomi 1Q10 Tumbuh 5,7%
Bank Indonesia (BI) memprediksikan pertumbuhan ekonomi pada 1Q10 tumbuh 5,7% dari periode serupa di tahun lalu (YoY). Adapun faktor infrastruktur dan penerapan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) dapat menjadi tantangan dalam memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi ke depan. Menurut Pjs Gubernur BI berdasarkan historisnya, kondisi ekonomi 1Q memang lebih rendah ketimbang kuartal lain. Kendati demikian, tren ekonomi masih menunjuk ke arah yang optimistis.
Corporate news
MPPA: Segera Bagikan Dividen Interim
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) akan membagikan dividen interim sebesar Rp 1 triliun pada 12 Mei 2010. Dividen interim tahun buku 2010 itu dibagikan dari hasil penjualan 90,76% saham Matahari Department Store (MDS). Cum date : 28 April 2010 ( pasar reguler dan negosiasi) 3 Mei 2010 (pasar tunai) Ex date : 29 April 2010 (pasar reguler dan negosiasi) 4 Mei 2010 (pasar tunai) Recording date : 3 Mei 2010
BKSL: Penjualan Tumbuh 103,05%
PT Sentul City Tbk (BKSL) membukukan lonjakan laba bersih 115,66% pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena peningkatan penjualan. Dalam laporan keuangan Sentul City yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia malam ini disebutkan emiten properti itu mencetak laba bersih Rp2,46 miliar atau Rp0,25 per saham pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang rugi bersih Rp15,71 miliar atau Rp1,65 per saham.
Sentul City membukukan laba usaha Rp22,35 miliar pada tahun lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang masih rugi usaha Rp17,97 miliar. Penjualan emiten itu melonjak 103,05% dari Rp80,11 miliar pada 2008 menjadi Rp162,66 miliar pada tahun lalu.
APEX: Neraca Terlambat, Kena Sanksi
PT Apexindo Pratama Duta Tbk mendapatkan sanksi peringatan tertulis pertama dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena terlambat menyampaikan laporan keuangan akhir 2009. Keterbukaan informasi otoritas bursa menyebutkan emiten yang sudah menerbitkan tiga serio efek utang itu telah menyampaikan laporan keuangan tetapi sudah terlambat. Ketiga seri obligasi yang sudah diterbitkan perusahaan yaitu Apexindo I/2005 senilai Rp510 miliar, sukuk ijarah I/2005 senilai Rp240 miliar, II/2009 tranches A Rp300 miliar, dan II/2009 tranches B sebesar Rp300 miliar. Ketiga seri itu mengantongi peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
HEXA: Penjualan Alat Berat Melorot 18,42%
Kinerja PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) turut terkena imbas krisis perekonomian yang berlangsung tahun lalu. Buktinya, penjualan alat berat perusahaan ini selama tahun buku 1 April 2009 hingga 31 Maret 2010 sebanyak 1.450 unit. Jumlah ini lebih rendah 18,42% dari pencapaian penjualan alat berat HEXA selama periode April 2008-Maret 2009, yang sebanyak 1.900 unit. Sementara itu, HEXA menargetkan penjualan alat berat tahun ini hingga akhir Maret 2011 nanti sebanyak 1.860 unit. Sedangkan target pendapatan dan laba bersih 2010 maisng-masing sebesar US$ 360 juta dan US$ 35 juta. Demi merealisasikan rencana itu, HEXA menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) US$ 40 juta.
WIKA: Berpeluang Raih proyek Antam Rp3 Triliun
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kemungkinan besar menunjuk PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai pemenang tender ulnag proyek Chemical Grade Alumina(CGA) Tayan senilai Rp3 triliun. Antam sebelumnya menggelar kembali tender proyek pembangunan Tayan pada Maret 2010. Pasalnya perseroan sebelumnya mendapat harga tinggi dari kontraktor asal Jepang, Kawasaki, yang mencapai US$450 juta atau sekitar Rp4,05 triliun.
BNBR: Jajaki Pendanaan dari Jepang
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tengah bernegosiasi dengan para investor dari Jepang. Pertemuan itu terkait dengan rencana perseroan memperoleh pendanaan dari salah satu bank terkemuka di Jepang. Pendanaan itu antara lain digunakan untukmendukung ekspansi anak usahanya di bidang infrastruktur. Menurut rencana, perseroan menargetkan ekspansi di infrastruktur mencapai US$500 juta melalui anak usahanya PT Bakrie Indo Infrastruktur.
MERK: Targetkan Penjualan Tumbuh 10%
PT Merck Tbk (MERK) tahun ini menargetkan penjualan meningkat 9-10% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan penjualan itu akan ditopang oleh sistem komputerisasi yang mulai diberlakukan pada akhir 1H10. Pada 2009 Merck membukukan laba bersih Rp146,7 miliar atau naik 48,8% dibandingkan periode yang sama 2008 sebesar Rp98,2 miliar. Pertumbuhan laba didorong oleh tumbuhnya penjualan sebesar 17,9% dari Rp637 miliar pada 2008, menjadi Rp751 miliarpada 2009.
KLBF: Andalkan Kas Rp 1,2 Triliun
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) masih mengandalkan kas internal senilai Rp 1,2 triliun untuk ekspansi usaha terutama untuk produksi dan pengembangan obat-obatan generik pada tahun ini. Namun, perusahaan tetap membuka peluang untuk emisi obligasi tanpa menetapkan waktu.
TRUB: Targetkan Kontrak Baru Rp7 Triliun
PT Truba Jaya Engineering menargetkan kontrak baru senilai Rp7 triliun tahun ini. Target tersebut lebih tinggi dari perolehan tahun sebelumnya yang sebesar Rp5,051 triliun. Hingga akhir 2010, perseroan telah memperoleh kontrak senilai Rp4,244 triliun. Sedangka realisasi penjualan untuk periode yang sama sebesar Rp1,152 triliun, Rp2,375 triliun, dan Rp2,237 triliun. Pada 2010 target penjualan sebesar Rp2,603 triliun.
ASII: Target penjualan mobil bekas Mobil88 melonjak 66,6%
Mobil88 menargetkan penjualan mobil bekas 20.000 unit pada tahun ini, naik 66,6% dibandingkan dengan realisasi 2009, seiring tren pasar mobil bekas yang diprediksi terus menguat sampai menjelang Lebaran. Pada tahun lalu, salah satu anak perusahaan Astra Group yang menggarap bisnis mobil bekas ini mengantongi penjualan 12.000 unit. Leovan Widjaja, General Manager Mobil88, mengatakan permintaan mobil bekas diproyeksikan terus menguat sejak bulan lalu hingga memasuki Lebaran pada September mendatang.
Rumor
Saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) akan diburu bandar terkait rencana perusahaan produsen ban terbesar asal Jepang, Bridgestone, melalui anak usahanya, yang ingin membeli saham perseroan melalui private placement di atas harga Rp450. Kedua pihak dikabarkan sedang bernegosiasi. (Investor/nlt)
Saham PT Aneka Kimia Raya Corporindo Tbk (AKRA) akan dikerek ke level Rp1.000-1.400 dalam waktu dekat terkait akan rampungnya proyek terminal BBM Jakarta Tank Terminal di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pemerintah juga dikabrkan tertarik memiliki saham perseroan melalui PT Pertamina. (Investor/nlt)
Corporate Action
Hari ini (7/04), cum date rights issue Multipolar Tbk (MLPL), dengan rasio 32(new) : 9(old) Rp 125 per saham Ex date (08 Apr 2010)
Technical Picks
- ENRG (164) – Trading Buy
- SGRO (2575) – Spec Buy
- BTEL (144) – Trading Buy
- KIJA (109) – Trading Buy.
(etr/qom)











































