Wall Street Lesu Gara-gara Kritikan Soal Bunga Rendah

Wall Street Lesu Gara-gara Kritikan Soal Bunga Rendah

- detikFinance
Kamis, 08 Apr 2010 07:14 WIB
Wall Street Lesu Gara-gara Kritikan Soal Bunga Rendah
New York - Saham-saham di bursa Wall Street kembali berlanjut melemah setelah seorang pejabat Bank Sentral AS mengkritik kebijakan suku bunga rendah untuk jangka waktu yang lebih lama. Komentar itu memberi alasan bagi investor untuk mengambil untung sejenak.

Kritikan disampaikan Gubernur Bank Sentral Kansas City, Thomas Hoenig yang menyatakan, keputusan The Fed mempertahankan suku bunga rendah yang terlalu lama bisa menimbulkan risiko finansial.

Hoenig dalam rapat Federal Open Market Committe (FOMC) terakhir memang telah memberikan opini yang berbeda soal keputusan tersebut. Seperti diketahui, The Fed sudah menerapkan kebijakan suku bunga rendah mendekati nol persen sejak Maret 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sepertinya pasar sedang melihat ke Thomas Hoenig yang memberikan komentar sangat keras," ujar Scot Marcouiller, analis senior dari Wells Fargo Advisors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/4/2010).

Pada perdagangan Rabu (7/4/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 72,47 poin (0,66%) ke level 10.897,52. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 6,99 poin (0,59%) ke level 1.182,45 dan Nasdaq melemah 5,65 poin (0,23%) ke level 2.431,16.

Pernyataan berbeda disampaikan Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke yang menyatakan perekonomian AS masih menghadapi masalah yang signifikan, sehingga kenaikan suku bunga tidak perlu terburu-buru dilakukan.

Sementara AFP menuliskan, laporan dari Bank Sentral menyebutkan pengucuran kredit turun hingga US$ 11,5 miliar dari Januari menjadi US$ 2,448 triliun atau berarti turun 5,6% dibandingkan tahun lalu. Konsensus analis adalah terjadinya penurunan US$ 0,7 miliar.

"Ini adalah laporan yang mengecewakan, sekaligus menunjukkan masyararakat masih berhati-hati dalam kredit," ujar analis dari Barclays Capital.

Saham-saham para penerbit kartu kredit tercatat langsung turun. American Expres melemah 1,74%, Visa turun 1,83%.

Sentimen negatif juga datang dari masalah krisis utang Yunani, setelah pemerintah negara tersebut mengatakan sektor perbankannya memerlukan dukungan hingga miliaran euro. Uni Eropa sendiri masih berdebat seputar kondisi bailout.

Perdagangan berjalan dengan sangat ramai, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,63 miliar, hampir sama dengan rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads