Demikian disampaikan Kepala Biro Sektor Non Jasa Bapepam-LK Noor Rachman di sela-sela seminar "Strengthering thr Integrity of Indonesian's Capital Market' di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (8/4/2010).
"Iya kalau pra efektifnya sudah didapat kemarin," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur sekaligus Corporate Secretary BTPN Anika Faisal pernah mengatakan dana hasil penerbitkan obligasi ini akan digunakan sebagai pendanaan jangka panjang.
"Pendanaan jangka panjang bertujuan agar BTPN dapat menjalankan fungsi intermediasi lebih optimal lagi. Dana yang kami peroleh dari penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk pengembangan bisnis BTPN, khususnya memberikan akses pembiayaan seluas-luasnya bagi para pensiunan dan pelaku UKM," ujar Anika beberapa waktu lalu.
Setelah terbentuknya harga, prospektus akan kembali diserahkan kepada Bapepam-LK untuk mendapatkan efektif. Noor Rachman menjanjikan dapat memberi persetujuan dalam 2-3 hari setelah dokumen diterima wasit pasar modal ini
"Kalau sudah masuk, biasanya cepat 2 hari 3 hari. Kan tinggal penambahan harga," ucap Noor Rachman.
Berdasarkan informasi, obligasi tersebut akan memiliki jangka waktu maksimal 5 tahun dengan tingkat bunga tetap. Tanggal efektif sendiri ditargetkan akan didapat pada 29 April 2010, dengan masa penawaran mulai 3-5 Mei 2010.
Sedangkan untuk penjatahan dijadwalkan pada 6 Mei 2010, dan distribusi secara elektronik pada 10 Mei 2010. Pencatatan (listing) di lantai bursa diharapkan terjadi pada satu hari setelahnya (11/5/2010).
Rencananya obligasi BTPN akan terbagi dalam dua seri, yaitu Seri A dan B dengan tingkat bunga tetap. Seri A berjangka waktu 3 tahun sejak tanggal emisi. Jatuh tempo dijadwalkan pada 10 Mei 2013. Sementara seri B berjangka waktu 5 tahun, dan jatuh tempo 10 Mei 2015.
Selaku penjamin pelaksanaan emisi obligasi, perseroan telah menunjuk tiga pihak, yaitu PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Indo Premier Securities.
(wep/dnl)











































